“bli putu, pesawat yang dari sanya ke hongkong saat balik ke bali, menurut anta-travel agent, delay!. yang semula berangkat dari sanya jam 10 pagi menjadi jam 5 sore”, sekretaris mengemail saya di malam hari di sanya, china
“what? tolong cari pesawat yang lain!”, saya membalas emailnya.

saya tinggalkan business center dan menuju lobby dimana orang orang telah berkumpul untuk meeting. meeting tentang hotel, cukup di sofa sofa yang tersedia di lobby hotel ini. pikiran saya masih kalut akan delay itu dan saya ogah untuk memperpanjang tinggal di sini walau cuman semalam!.
di sela sela pembicaraan tentang segalanya di meeting yang santai ni, saya nyeletuk tentang “delay”.
pembicaraan mendadak terhenti!, saya senang akan perubahan situasi ini.

“how came putu ?, your flight will be next 2 days more but now you just said it has been delayed!”
“i dont know either!, but you know what, for all travel agent has their own computers to be on line every second so then they know for all schedules for all flights all around the world, but i think this is too funny to delay my flight for the next 2 days more!”
percakapan semakain seru tentang delay ini.
flight saya nyambung dengan flight yang lain. jadi kalo ada satu fligth yang “delay”, itu ber-arti saya kemungkinan tidak bisa “menangkap flight yang lain. flight saya dari hongkong menuju singapore ada di jam 1.30pm di hari kamis, ini ber-arti saya musti berada di hongkong paling lambat jam 12 siang!

salah satu rekan yang dari hongkong memberi jalan pintas agar saya tetap bisa terbang dari sanya ke hongkong di hari yang sama.
dia menyarankan untuk terbang dari sanya ke shenzen dulu, kemudian naik bus ke hongkong, dia yakin saya bisa menangkap flight saya yang dari hongkong ke singapore.
“i did it already putu, you just take the first flight to shenzen, i think it is at 7.30 or 8.00 am. the flight is only one hour and the the bus to hongkong is only one hour also. so you might be arrived in hongkong’s airport at 11.30 or something”. i belive you could catch the flight to singapore!”
” yes, i did it too!”, leong, sang arsitek untuk hotel ini yang dari singapore berusaha meyakinkan saya lagi.
“ok, thanks. but it seem too complicated?”
“no lah. this bus is shuttle bus from shenzen airport next to hongkong’s airport!”, leong meyakinkan saya lagi. “it is only 100-200 RMB”, lanjutnya.
pembicaraan beralih ke proyek lagi, sementara pikiran saya melayang ke rencana besok, besok musti mengurus ticket ke shenzen setelah acara di site selesai.

dan,
akhirnya klien yang membelikan saya tiket menuju shenzen.
saat saya tiba di shenzen, counter bus ada tepat di sebelah pintu keluar airport. cukup dengan 200RMB, bus ini melaju meninggalkan shenzen menuju hongkong.
saat 30 menit perjalanan, bus berhenti di sebuah terminal. ada 4 penumpang termasuk saya turun. saya bertanya ke supir apakah kita sudah sampai di airport.
“no sir, we must change the bus and you must pass the imigration counter first. our bus will wait you at the other side of this terminal after you passed the imigration counter!”
ada banyak orang. dan ada banyak bus yang berhenti di titik ini.
saya masuk ke dalam ruang terminal dan berderet ngantre di jalur imigrasi. yang memakai passport di sebelah sini dan yang warga china atau hongkong dengan KTP di sebelah sana. semua di atur layaknya saat kita berada di bandara. layaknya kita ingin memasuki atau keluar sebuah wilayah atau negara. walau kita tahu antara china dan hongkong merupakan “tempat” yang berada di satu bendera.

lolos di imigrasi, bus yang saya sewa sudah menjemput saya karena ada stiker yang tertempel di dada saat saya ada di bus pertama. masing masing penumpang punya stiker ini jadi awak bus akan gampang mengenali penumpang lanjutannya menuju hongkong.
beberapa menit meningalkan terminal ini, bus terhenti lagi, ada “konter imigrasi” lagi yang musti dilewati, yang ini buat semua orang yang masuk ke hongkong.
hmmm..ketat amat.
selain liwat udara dan darat, masuk ke hongkong juga bisa dilalui liwat boat, tapi saat ini saya hanya ingin mencoba liwat darat saja. saat meeting malam di lobby hotel itu, teman juga menyarankan kalo saya berminat memakai boat untuk ke hongkong. saya yakin ada beberapa counter yang musti kita liwati sebelum nyampai di hongkong seperti yang terjadi saat ini kala bus terhenti lagi di imigrasi darat.

cukup melelahkan dan agak njlimet, tapi ini demi keamanan sebuah “tempat”.

saya jadi ingat tentang bali, kalo saja hal ini bisa di “adapt” di pulau saya (juga di pulau lain), mungkin keadaan kita di bali tidak separah saat ini.
dan kalao saja orang orang punya harga diri yang tinggi tidak seperti saat ini yang cuman seharga 5000 perak bisa meloloskan orang tanpa identitas yang jelas, “tempat” kita mungkin lebih aman.

o di bali
nov. 13, 2005

Popularity: 1% [?]