meng-adopsi drama monolog dari seorang putu wijaya di jakarta beberapa hari yang lalu, saya bersurat kepada setan :

November 18, 2005
yang terhormat, setan

telah lama tempat ini berkubang dengan keganjilan,
lama sudah diri ini terkukung di balik jeruji jeruji harga diri yang ndak berarti,
persengkongkolan dengan diri anda begitu mengasyikan sekaligus menempatkan hati nurani manusia ke titik yang paling rendah,
dan,
saya tahu engkau, setan yang terhormat,
sekali lagi, yang terhormat setan,
selalu berpesta akan suksesnya segala bisnis manusia dengan para setan,
menikmati indahnya segala kejadian yang membuat para manusia bunuh membunuh, menderita dan menjilat lobang pantatnya sendiri.
menenggelamkan kebajikan yang seharusnya terposisikan di atas ubun ubun setiap manusia,
dan engkau para setan, selalu bersorak di saat kapan kami, manusia, kalah bertarung dengan diri.
engkau telah menempatkan kami, manusia, sebagai budakmu yang abadi,
menempatkan mata kami di setiap kegelapan,
membuat lidah kami selalu ingin merasakan enaknya daging dunia,

setan,
mungkin anda ndak pernah merasakan indahnya hidup tanpa kesemrautan,
karena saya tahu engkau adalah insan tak bermoral, tak berotak seperti kami, manusia.
mungkin ada baiknya anda, setan, memikirkan bagaimana caranya agar anda bisa hidup damai tanpa harus mengganggu jalan hidup kami para manusia,
biarlah kami hidup tentram tanpa campur tangan kalian semua para setan yang terkutuk!
dan,
kami manusia di sini, akan selalu berdoa agar engkau sekalian mendapat pengampunan,agar nantinya, tuhan yang maha esa berkenan membuatmu menjadi insan yang lebih baik kelak.
biarlah hidup kami berjalan lebih damai, hati yang damai hidup berdampingan dengan para manusia di sini, dan berharap engkau pergi menjauh dari setiap kehidupan kami,
cukuplah sudah engkau membuat segala perbuatan, perkataan dan pikiran kami yang membinatang,
karena kami tahu, engkaulah penyebab kekacuan di dunia!
engkaulah penyebab moral manusia terletak sejajar dengan para binatang!
dan saya wakil dari manusia, menginginkan semua setan pergi dari hidup manusia,
menjauhlah dari hidup manusia,
karena kami yakin, tanpa kehadiran dan campur tanganmu, manusia masih bisa hidup!

berharap engkau mengerti maksud kami,
segeralah pergi menjauh, setan yang terkutuk!

terima kasih,
salam,
p. mahendra

surat itu saya kirim seminggu yang lalu. hari ini saya mendapat balasan dari setan. isi suratnya sungguh tak saya sangka,

yang terhormat, MANUSIA

telah lama tempat ini berkubang dengan keganjilan,
lama sudah diri ini terkukung di balik jeruji jeruji harga diri yang ndak berarti,
persengkongkolan dengan diri anda begitu mengasyikan sekaligus menempatkan hati nurani setan ke titik yang paling rendah,
dan,
saya tahu engkau, MANUSIA yang terhormat,
sekali lagi, yang terhormat MANUSIA,
selalu berpesta akan suksesnya segala bisnis setan dengan para MANUSIA,
menikmati indahnya segala kejadian yang membuat para setan bunuh membunuh, menderita dan menjilat lobang pantatnya sendiri.
menenggelamkan kebajikan yang seharusnya terposisikan di atas ubun ubun setiap setan,
dan engkau para MANUSIA, selalu bersorak di saat kapan kami, setan, kalah bertarung dengan diri.
engkau telah menempatkan kami, setan, sebagai budakmu yang abadi,
menempatkan mata kami di setiap kegelapan,
membuat lidah kami selalu ingin merasakan enaknya daging dunia,

MANUSIA,
mungkin anda ndak pernah merasakan indahnya hidup tanpa kesemrautan,
karena saya tahu engkau adalah insan tak bermoral, tak berotak seperti kami, para setan.
mungkin ada baiknya anda, MANUSIA, memikirkan bagaimana caranya agar anda bisa hidup damai tanpa harus mengganggu jalan hidup kami para setan,
biarlah kami hidup tentram tanpa campur tangan kalian semua para MANUSIA yang terkutuk!
dan,
kami setan di sini, akan selalu berdoa agar engkau sekalian mendapat pengampunan,agar nantinya, tuhan yang maha esa berkenan membuatmu menjadi insan yang lebih baik kelak.
biarlah hidup kami berjalan lebih damai, hati yang damai hidup berdampingan dengan para setan di sini, dan berharap engkau pergi menjauh dari setiap kehidupan kami,
cukuplah sudah engkau membuat segala perbuatan, perkataan dan pikiran kami yang membinatang,
karena kami tahu, engkaulah penyebab kekacuan di dunia!
engkaulah penyebab moral setan terletak sejajar dengan para binatang!
dan saya wakil dari setan, menginginkan semua MANUSIA pergi dari hidup setan,
menjauhlah dari hidup setan,
karena kami yakin, tanpa kehadiran dan campur tanganmu, setan masih bisa hidup!

berharap engkau mengerti maksud kami,
segeralah pergi menjauh, MANUSIA yang terkutuk!

terima kasih,
salam,
SETAN

saya terduduk lesu,
siapa setan yang sebenarnya?

Popularity: 1% [?]