dec. 6, 2005

bapak faqih,
jauh jauh hari,
kalo bapak selalu membaca tulisan tulisan saya di milis ini,
saya sempet melontarkan ide ini.
bahwa saya berniat memberikan “pencerahan” di kuliah mahasiswa, pencerahan
dari saya yang berprofesi sebagai arsitek.
walau ndak dibayar sekalipun.
saya bisa mendanai diri tanpa merepotkan kampus.
it is free!.
saya ndak mengerti tentang aspek legailtas kampus yang kemudian membentur ide ini.
saya ndak punya NIP, biar bisa ngajar.
karena saya tahu, tadao ando adalah seorang petinju tetapi bisa kemudian menjadi perancang!

ndak ada reaksi dari tulisan saya itu walau saya tahu ada banyak dosen dan kajur nyantol di sini.

dan saya belum menjadi iblis, yang telah lupa akan kampusnya..
hehe..

masak musti menuggu bapak kembali jadi kajur, sekedar untuk merealisasikan ide seperti ini..?
ada banyak rekan sering membicarakan masalah ini, andai bisa ngobrol tentang
perancangan arsitek di kampus…
tapi ntah, kapan bisa…

hujan telah reda,
o di bali

—– Original Message —–
From: “Muhammad.Faqih” <muhammad.faqih@newcastle.ac.uk>
To: <ars-its@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, December 06, 2005 5:00 PM
Subject: RE: [ars-its] Fw: iblis!

> Mas Putu Mahendra,

Di tempat saya sekolah, arsitek profesional seperti sampean itu ada yang direkrut untuk menjadi supervisor atau co supervisor untuk program B.Arc, atau Master. Di ITS kita, hal seperti itu sulit untuk dilakukan. Kesulitan pertama menyangkut aspek legal formal dari lembaga pendidikan kita. Kesulitan kedua menyangkut kemauan kaum profesional untuk menyumbangkan pengetahuannya kepada lembaga pendidikan. Umumnya alasan waktu yang terbats seperti cerita sampean itu. Padahal pendidikan membutuhkan feedback dari kaum profesional.

Untuk sampean, tidakkah terbetik keinginan untuk memberikan masukan yang berharga kepada alammater sampean yang sangat memerlukannya itu?

Jika punya cukup waku, tulislah buku. Jika waktu terbatas, tulisalah pengalaman secara terstruktur, walaupun tidak
berbentuk buku dan berikan kepada Jurusan kita. Jika keduanya masih belum memungkinkan, pinjamkanlah buku-buku sampean
yang selama ini sampean pakai referensi dalam design. Syukur bisa diberikan.

Dulu saya kesulitan untuk mengadakan buku. Semua dana yang dikelola Jurusan “tidak boleh” dipakai membeli buku. Sampai-sampai saya menipu dengan kwitansi.
Kwitansi foto copy, namun sebenarnya adalah untuk membeli buku. Sampean bisa bayangkan, bagai mana sebuah jurusan tidak memiliki continuity dalam pengadaan buku.
Kadang ada cemoohan sinis. Ada buku pun dosen nggak akan mampu baca, wong nggak bisa bahasa Inggris. Namun saya yakin, banyak mahasiswa yang hebat dan mampu berbahasa Inggris lebih baik dari dosennya. Jika buku tersedia, banyak mahasiswa hebat yang mampu mengaccessnya.

Sekedar usul.

Salam dari Newcastle.
Salju sudah mulai turun.

===== Original Message From ars-its@yahoogroups.com =====
—– Original Message —–
From: p. mahendra
To: arsitekits@yahoogroups.com
Cc: suryabandung ; fery ; t.r.
Sent: Tuesday, December 06, 2005 3:53 PM
Subject: iblis!

di sanur, mendung,
ntah akan turun hujan apa ndak,
saya ndak tahu.
di ruang saya,meja saya ada dua.
satu ukuran 1.5mx2m dan satunya lagi ukuran 1mx1.5m
yang gede tempat di mana komputer berada. juga tertumpuk sekian lembar
gambar, baik yang musti saya cek atau musti saya gambar.
saya ndak tahu mana gambar yang pertama kali datang ke meja dan mana yang terakhir.
saya ndak tahu di mana pulpen saya berada tiap hari, karena tertutup tumpukan itu.
meja yang kecil, tertumpuk gambar gambar konsep yang hari ini saya kerjakan. ada spanya hyatt beijing, villanya hyatt beijing sekaligus gugusan villagenya
serta areal ballroom.

juga ada spanya hotel maskeliya-srilanka yang hari ini masih saya kotak katik denah ruangnya. ada presidential villanya hotel ini juga yang menunggu, jugamareal porte cocherenya.

barusan, saya minta diprintkan areal villanya hotel mulia-jimbaran untuk saya revisi. site plannya musti saya rubah sedikit. proyek ini berada di daerah berkontur, jadi agak runyem menempatkan villa.

tadi siang sekitar jam satu, klien dari sebuah proyek di china mengirimi saya email. katanya, “saya tunggu jawabannya paling lambat sebelum rabu!”.
wah, ini kan sudah selasa!
saya jawab dua jam kemudian. males menghadapi klien seperti ini.

sebulan yang lalu, saya berada di kawasan bukit jimbaran.
project manager sebuah proyek hotel memanggil saya.
saya datang setelah makan siang.
dia bilang akan membabat habis semua pohon yang ada di sitenya. Katanya biar gampang!.
saya bilang, hanya iblis yang melakukan hal seperti itu. dan hanya arsitek bodoh yang membasmi pohon demi sebuah karyanya.
dia tertawa. dasar bule gila!

melihat tumpukan gambar di 2 meja itu,
mungkin hanya iblis yang bisa menyelesaikannya dengan sehari waktu!

sayangnya, saya bukan iblis!.
(belum…)

o di bali

Popularity: 1% [?]