saya habis bukak fb.
banyak orang orang di sana.
masang poto sepiring nasi.
karena mau makan siang.
atau secangkir kopi,
karena baru bangun pagi.
ada yang masang poto diri.
lagi berkaca mata hitam.
tangannya berkacak pinggang, seakan mau berkata, “selamat pagi dunia, aku keren kan?”.
ada lagi tentang kegiatan yang mereka lakukan.
shopping di mall.
melihat lihat barang, memasang potonya di fb.
walau tak kuat beli, cukup punya potonya.
ada yang lagi kumpul bersama,
di sebuah warung, meja penuh dengan makanan.
wajah wajah yang ceria.
saya berandai;
andai saya bisa hidup santai, makan bareng begitu.
di sudut lain,
ada yang nunjukin karya yang ia buat.
sebuah rumah.
sebuah image interior.
atau sekedar detail efek lampu. seperti mereka yang baru ikut kursus karate dengan sabuk putih: ingin menujukkin diri ke banyak orang bahwa ia baru bisa nendang! dan kakinya gatal terus untuk njotos orang….

saya scroll down.
sekian manusia menjajakan barang dagangan.
mulai dari iphone,
kain,
pakaian batik.
tas.
kaca mata hingga jajanan.
saya scrol down;
postingan sekian orang menumpuk semakin ke bawah.
menulis tentang teman nya teman yang punya teman.
tentang guru yang baik.
tentang cinta.
tentang alam.
tentang polisi yang baru menilangnya.
tentang hati yang remuk diputus pasangan.
tentang ajakan untuk ini dan itu.
tentang sex.
fb seperti pasar malam.
kehidupan seluruh jagat yang dipaksakan hadir hanya dalam sebuah monitor.
nampak gagah;
dunia di genggaman.
….
bola mata saya naik turun.
bergerak ke kanan dan kiri.
mulut saya terkadang tersenyum.
terkadang ia terkatup.
saya tutup ipad kemudian.
melihat anak anak saya bermain krayon.
tangannya kotor karenanya
anjing anjing saya bermain bola kecil.
liurnya membasahi permukaan bola. jejak kakinya mengotori lantai keramik hitam.
angin mendayu semilir.
membuat mata terkantuk olehnya.
kebun saya nampak kehijauan.
saya mengambil selang.
menghidupkan air kran.
lebih baik menyiram tanaman.
saya ingin berhadapan dengan dunia yang luas,
tak ingin menikmati dunia seluas layar ipad saja.
saya ingin bersentuhan dengan semua bagian dalam hidup dengan nyata.
tanpa dengan kondom!.
rasanya beda.

dan terkadang orang tak perlu tahu, rasanya seperti apa.

….

sayup sayup terdengar di radio,

ia berbicara tentang fb.

“fb dibuat untuk bersenang senang, bukan untuk berdepresi…”.

mungkin saya lagi tak bersenang senang.

Popularity: 8% [?]