minggu ini,
saya habiskan 6 hari di luar.
beruntung, klien di hangzhou mempercepat jadwal meetingnya.
sedikit membantu menghilangkan rasa eneg.
walau meeting meeting yang saya liwati, tak memerlukan tenaga yang terlalu banyak.
tapi, pikir pikir semakin lama saya ada di luar,
akan semakin cepat membuat saya berubah menjadi kodok.
untuk menghalangi tubuh saya berubah menjadi kodok, saya musti mendapat suntikan udara segar dari rumah.
terutama, saya musti bisa dapat belaian istri!.
bicaranya ke sana ke mari.
intinya mengarah ke situ.
….
sore terakhir di hangzhou,
saya habiskan di west lake.
sepuluh menit dari 4 seasons hangzhou.
manusia manusia berjubel.
bis bis kota sesak oleh penumpang.
mungkin pula para penumpang dari kota lain.
atau dari provinsi lain.
sebagian besar manusia manusia tua, yang ingin menghabiskan waktu dengan bersantai.
menghirup udara segar.
bercengkrama dengan sahabat.
mendengarkan udara mengalir.
melihat panorama.
membandingkan lingkungan rumah dengan rerimbunan pepohonan yang menjadi langit kota hangzhou.
udara begitu hangat.
kendaraan lalu lalang.
air danau yang terbelah oleh laju perahu perahu tua.
sejak pertama saya berlabuh di hangzhao,
hingga hari ini,
west lake selalu menjadi tempat untuk menghabiskan hari.
lamunan dalam berjalan kaki di sore itu,
tersadar oleh getar BB di kantong kiri.
email-email masuk.
komentar komentar dari seberang untuk job di canggu mampir.
pikiran di masa rehat, kini bekerja kembali untuk menyusun semua gambar yang baru kena balasan.
beda banget dengan gerombolan manusia manusia di sebelah saya,
mereka nampak begitu ceria.
begitu rileks menghabiskan sore.
pikiran mereka tak nampak berat.
beda dengan pikiran saya sesaat setelah menerima email masuk.
BB bergetar lagi.
kantong kiri nampak bergerak gerak.
saya rogoh.
email email masuk lagi. tentang pekerjaan yang dikirim oleh anak anak sanur.
pekerjaan pekerjaan mulai semakin menumpuk.
ia- tumpukan itu, tak tampak.
tapi tersimpan dalam lemari pikiran saya.
sore yang semakin redup.
wanita wanita muda china berseliweran di bawah bayangan pepohonan.
poto sana poto sini.
kulitnya bening bak kaca mobil habis kena gosok.
kakinya jenjang seperti bangau.
mata menerawang jauh.
tanpa sadar, BB bergetar lagi, bergerak gerak halus.
gerakannya menyentuh kemaluan saya.
reflexs ia bangun bergerak membesar.
ia pikir, mungkin saya sudah sampai di rumah!.
saya berujar tipis, “belum saatnya kawan!”.

Popularity: 1% [?]