barusan saja bertemu dengan teman lama.

ia menungangi motor.

membonceng anak perempuannya yang masih mungil.

kami berpapasan.

ia membawa bungkusan gede ditaruh di atas tangki motor hondanya.

wajahnya penuh suka dan harinya penuh warna.

kami saling menyapa sebentar.

dan kemudian berlalu.

ke tujuan masing masing.

seperti angin.

*

saya buka fb.

sekian berita menumpuk.

seperti kue lapis.

berwarna-warni.

ada tawa.

pertemuan.

suka ria.

cacian.

keluh kesah.

dan poto diri.

hidup yang bergerak.
kata orang,
lets move on!
seperti angin.

*

sementara,

saya masih terbelenggu dengan puisi lama,

mengurung diri di balik tembok ruang gelap tanpa cahaya.

meraba arah yang tak pernah bisa dilihat,

bertanya tanpa suara.
mendengar yang tak bersuara.
di meja kerja yang gelap tanpa cahaya,
menumpuk perintah,
menumpuk pekerjaan.
menumpuklah beban.
di balik ruang gelap tanpa cahaya,
tak ada mukzizat.
yang ada hanya asa buta.

*

saya buka instagram,
dunia penuh kejadian,
kejadian yang berwarna warni,
dunia yang begitu luas dan bercahaya,
penuh dengan pesan.
saya melihat hidup.
yang hinggap ke mana mana di ruang berwarna.
bergerak ke sana ke mari.
seperti angin.

*

dalam ruang gelap,
cahaya bertanya, “kamu kenapa?, tak bisa melihatku yang begitu benderang?”.

Popularity: 4% [?]