(ini terjadi di 13 mei 2007)

kemarin malam,
seseorang datang ke komputer saya.
dan bertanya tentang konsultan A yang ada di bali.
kami bercakap.
dia ada di jepang, sedang belajar, dan saya ada di Goa india, sedang ber-arsitektur.
“maap pak putu, boleh saya tahu bagaimana pendapat bapak tentang konsultan A?”,
“konsultan A itu anak lanskap asli, ndak pernah buat BUILDING, ndak pernah buat INTERIOR”,
“wah, saya mau berarsitektur”,
“lha, sampeyan meng-artikan arsitektur itu apa an?”
“hum…”

ini sudah ke sekian kali, ada yang berujar seperti itu.
mungkin, ibarat sejarah, bahwa G30S PKI itu, ceritanya “musti” begitu!

saya melanjutkan,
“boleh saya tahu, yang disebut kue itu yang mana?”,
“apa nagasari?, apa burger? atau tart?”,
“kalau kamu mau “berkendara”, apa musti naik supra? atau jazz? atau mercedes?”
“lha, semuanya “berkendara”,
“semuanya “kue” toh?”,

saya menerangkan arsitektur ke mas yang di jepang agak simple dan mudah;
“kalau kamu bermain di tempat tidur, yang terpenting bukan “size!”,
saya melanjutkan,
“yang menjadi thema utama kemudian adalah “creativity” dan “cordination”,
“?”, dia bertanya, agak bingung sambil mengirimkan wajah baby yahoo tertawa.
saya melanjutkan,
“kantor kecil, kantor besar, kerjaan building, kerjaan kebun, atau interior, bukan kemudian menjadi yang utama dalam berarsitektur”,
“tetapi adalah keativitas kita. kemudian kordinasi teknik kita membuat detail”,
“pendetailan sebuah perkawinan/persetubuhan material atau apapun dalam detail, intinya cuman dua; mereka itu sejenis (homosex, lesbi, atau hubungan pendetailan tak sejenis (hetero SEX)”
” HA HA HA”, si mas di jepang tertawa lebar.

gitu aja kok repot!,

salam dari jauh,
ongki di goa india

Popularity: 5% [?]