malam ini,
saya terduduk di sofa putih.
kuping saya tetap mendengar suara tipi.
anak anak saya bermain.
dengan robotnya.
dengan crayon dan buku gambar.
dengan nitendonya.
istri saya merajut benang.
tipi, tetap menyiarkan acaranya sendiri.
dan,
pikiran saya melayang.
…
mata saya menerobos keluar.
sayup sayup, suara pesawat terbang mendekat menempel kuping.
ia datang.
berselang kemudian, ia hilang.
pesawat datang.
pesawat pergi.
pikiran saya tertambat di ruang business class.
penumpang penumpang yang sibuk dengan urusannya sendiri.
tertidur.
membaca buku.
menonton acara tipi.
bercakap dengan pasangan duduk.
menunggu.
para pramugari yang sibuk melayani.
membawa minuman dan makanan.
handuk hangat.
wine.
makanan ringan.
dan mendorong troley berisikan dagangan.
parfum.
jam.
dan lain sebagainya.
dua malam sebelumnya, saya bagian dari perut pesawat.
malam ini, saya telah berada di perut rumah.
bersama anak bini.
dalam lamunan, saya berujar, “empat hari lagi, aku mungkin terbang lagi ke china. ada job baru”.
istri saya menatap.
wajahnya menghilang bersama harapan.
kini,
sayup sayup suara pesawat datang lagi.
sama seperti jadwal terbang saya yang datang dan menghilang.
kemudian samar samar mendekat lagi, menghilang kemudian.
menghilang untuk datang lagi.
nasib memang begitu.
up.
and down.
and up lagi.
Popularity: 1% [?]
Leave a reply