singapore di pagi hari ;

kemaluan saya, atau bahasa kerennya, penis saya, mengajari saya akan satu hal.
saat ukuran XS, masih juga berfungsi. saat ukuran XXL, apalagi!
tapi saat kecil XS ataupun saat ia besar di keadaan ereksi XXL, ukurannya tak pernah melebihi ukuran tubuh saya sendiri.
tunduk.

berjalan menyusuri kota beijing hingga di kelebatan hutan yang merindangi tembok china kemarin, menatapi ruang ruang terbuka kota hingga bagaimana saya diperlakukan oleh kotanya dan oleh desain arsiteknya, ibarat menatapi organ organ tubuh saya sendiri. tower tower yang menjadi pagar kota dan aktivitas keseharian masyarakatnya yang numplek ruah di ruang ruang terbuka yang tersedia cukup banyak memberikan service dari pagi ke pagi, ibarat bagaimana semua organ memberikan pelayanan buat saya sendiri. mau makan, pertu bertindak mengontak otak. mau tertawa demikian juga. tangan bergerak sesuai apa yang dipikir. ruang ruang kota yang tanpa disuruh, tapi hanya di disain, ia berupa barang mati yang kelihatan hidup, memberi pelayanan sedemikian rupa. terkadang memang ada kejadian di mana tangan bergerak reflek tanpa sadar, tanpa di duga mata kelilipan. tanpa di rasa hati sudah rusak sama seperti body salah satu wing CCTV yang tanpa diduga menjadi gosong.

semua tower dan bangunan kecil dalam tengah kota seperti tubuh saya. terkadang kota ibarat rumah dalam skala kecil. ruangannya terpisah satu sama lain untuk memberikan penghuninya bergerak leluasa seakan ia berada dalam sebuah area yang luas. itu makanya, rumah rumah tradisional bali, terpecah dalam masa masa kecil pada satu site.

keadaan sekarang kalau menatapi kota kota itu, menatapi bangunannya atau tower tower itu yang menyilaukan, seperti menatapi manusia manusia yang memamerkan penisnya masing masing.
istilah kerennya, kalau berada dalam kota kini, seakan kita berada dalam olimpiade lomba penis atau olimpiade ms. vagina ayu.
besar, kecil, hitam berurat. ada juga yang waxing tanpa rambut, begitulah kota kini dijejali oleh ruang.

xu, supir yang mengantar saya mengelilingi kota beijing hingga ke tembok china kemarin, bibirnya berdecak kagum saat mobil berada di pantat overhang bangunan koolhas.
langit beijing dihiasi sekian laki laki dan perempuan yang bugil dan memamerkan kemaluannya.
lain ya, dengan langit bali, yang kesehariannya dihiasi oleh layang layang!
kota punya skala sendiri sendiri.
sama seperti pendidikan yang diberikan oleh kemaluan saya, penis saya;
saat ukuran XS, masih juga berfungsi. tower atau bangunan itu hidup melayani masyarakat di siang hari.
dan pada ukuran XXL, tower tower dan banguan itu hidup menghiasi kota di malam hari dengan memamerkan sedemikian eloknya bentukan tubuhnya seperti banci banci yang beroperasi di malam hari dengan penuh konte dan gincu. di ukuran XXS ini, sedemikian banyak beaya terserap; listrik. ibarat penis yang sedang berukuran XXL, sedemikian banyak darah yang dipompa untuk menggelembungkannya.

seindah dan sebesar apapun ia, masih terasa kecil kalau dibandingkan dengan masyarakatnya.
seindah dan sebesar apapun ia, kalau sudah saatnya game over, ia tak akan berkutik.
seperti penis, kalau sudah saatnya tiba, ia tak berkutik.
tunduk.

Popularity: 5% [?]