Majapahit adalah kerajaan besar yang telah membuat penyatuan nusantara yang dilakukan dengan membuat aliansi kerajaan-kerajaan. Pada masa lampau untuk mencapai kerajaan-kjerajaan se-nusantara digunakan alat transportasi berupa kapal laut besar yang mampu menerjang ombak tinggi dan ganas. Majapahit adalah kerajaan pertanian yang terletak di tengah pulau Jawa bagian timur, sama sekali bukan kerajaan pesisir yang menempel di pantai. Lalu dimanakah pelabuhan hebat yang menghantarkan rombongan Mahapatih Gajah mada menuniakan tugas mulianya ?

Pelabuhan besar kerajaan Majapahit terletak di Ujung Galuh. Pelabuhan ini berada di sebelah Selatan kampung Galuhan, sebuah permukiman yang didirikan seratus tahun lampau sebelum Gajah Mada menggunakannya sebagai markas militer misi diplomatik menyatukan nusantara. Lima puluh tahun sebelumnya, Raja kertanegara dari Singhasari mendirikan permukiman ini untuk para prajuritnya. Lokasi yang lebih cermat dari kampung Galuhan saat ini adalah di delta antara Sungai kalimas dan Sungai Pegirian, kota Surabaya. Sedangkan pelabuhan nusantara bernama Ujung Galuh tersebut berada di sisi timur Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

gmb01.jpg
Gambar 1. Lokasi kampung Galuhan dan pelabuhan Ujung Galuh di Surabaya

gmb02.jpg
Gambar 2. Ilustrasi Prabu Kertanegara (Singhasari) mendirikan Kampung Galuhan

gmb03.jpg
Gambar 3. Lokasi Kampung Galuhan dan Kerajaan Singhasari (tahun 1275)

gmb04.jpg
Gambar 4. Lokasi awal berdirinya kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya (tahun 1328)

gmb05.jpg
Gambar 5. Majapahit masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk berpindah ke Mojokerto (tahun 1350)

gmb06.jpg
Gambar 6. Hubungan Majapahit ke Pelabuhan Ujung Galuh via sungai Brantas

gmb07.jpg
Gambar 7. Ilustrasi keramaian di Pelabuhan Ujung Galuh

Mahapatih Gajah Mada membulatkan tekad sebagai abdi negara dengan karya besar yakni pelaksanaan Sumpah Palapa. Kecerdasan dan kekuatannya disertai etika, beliau bisa saja melakukan tindakan pengkhianatan seperti yang dilakukan Ken Arok. Merebut tahta dan istri Tunggul Ametung agar bisa menjadi raja. Gajah Mada hanya menjadi mediator untuk penyatuan wilayah nusantara, urusan diplomatik dilakukan oleh Prabu Hayam Wuruk (tahun 1350 sampai 1389) dengan membentuk aliansi pertemuan tahunan raja-raja se-nunsantara di Majapahit. Saat itu mutiara kathulistiwa ini demikian bersinarnya.

gmb08.jpg
Gambar 8. Patung Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit yang memerintah tahun 1328 sampai 1350

gmb09.jpg
Gambar 9. Ilustrasi iring-iringan transportasi sungai dari Ujung Galuh menuju Majapahit

gmb10.jpg
Gambar 10. Ilustrasi dermaga Ujung Galung dilihat dari atas Kapal

gmb11.jpg
Gambar 11. Ilustrasi penduduk asli kota Surabaya tahun 1300-an

Setelah Prabu Hayam Wuruk lengser, maka beliau diganti raja-raja selanjutnya. Namun kekuatan raja-raja yang semakin melemah, menyebabkan aliansi raja senusantara yang semakin pudar pula. Kerajaan majapahit bubar pada tahun 1478, pelabuhan Ujung Galuh dan kampung Galuhan akhirnya menjadi permukiman biasa. Bahkan melalui hasutan dan bantuan VOC, kampung Galuhan diserang oleh Kerajaan Demak dan diratakan dengan tanah. Seluruh karya arsitektur dimusnahkan, lalu diganti dengan bangunan-bangunan Belanda mulai tahun 1743. Beberapa arsitektur lama peninggalan Belanda  di kota Surabaya masih dapat dilihat sampai saat ini.

Arsitektur dan jati diri ternyata dapat hilang hanya karena penjajahan. Kompetensi yang khas dari ilmu bangunan, regionasionalisme, budi dan daya masyarakat asli, dapat ditenggelamkan dan berbekas sampai saat ini. Kapankah kita mau dan mampu menunjukkan serta membanggakan kenusantaraan kita ? mencoba berfantasi andai kita tidak menelan keterbelakangan yang dijajahkan pada masyarakat ? mengimajinasikan tradisi nusantara yang mencapai modernitas secara unik dan wajar hingga saat ini…

Popularity: 41% [?]