dec. 6, 2005

bapak faqih,
jauh jauh hari,
kalo bapak selalu membaca tulisan tulisan saya di milis ini,
saya sempet melontarkan ide ini.
bahwa saya berniat memberikan “pencerahan” di kuliah mahasiswa, pencerahan
dari saya yang berprofesi sebagai arsitek.
walau ndak dibayar sekalipun.
saya bisa mendanai diri tanpa merepotkan kampus.
it is free!.
saya ndak mengerti tentang aspek legailtas kampus yang kemudian membentur ide ini.
saya ndak punya NIP, biar bisa ngajar.
karena saya tahu, tadao ando adalah seorang petinju tetapi bisa kemudian menjadi perancang!

ndak ada reaksi dari tulisan saya itu walau saya tahu ada banyak dosen dan kajur nyantol di sini.

dan saya belum menjadi iblis, yang telah lupa akan kampusnya..
hehe..

masak musti menuggu bapak kembali jadi kajur, sekedar untuk merealisasikan ide seperti ini..?
ada banyak rekan sering membicarakan masalah ini, andai bisa ngobrol tentang
perancangan arsitek di kampus…
tapi ntah, kapan bisa…

hujan telah reda,
o di bali

—– Original Message —–
From: “Muhammad.Faqih” <muhammad.faqih@newcastle.ac.uk>
To: <ars-its@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, December 06, 2005 5:00 PM
Subject: RE: [ars-its] Fw: iblis!

> Mas Putu Mahendra,

Di tempat saya sekolah, arsitek profesional seperti sampean itu ada yang direkrut untuk menjadi supervisor atau co supervisor untuk program B.Arc, atau Master. Di ITS kita, hal seperti itu sulit untuk dilakukan. Kesulitan pertama menyangkut aspek legal formal dari lembaga pendidikan kita. Kesulitan kedua menyangkut kemauan kaum profesional untuk menyumbangkan pengetahuannya kepada lembaga pendidikan. Umumnya alasan waktu yang terbats seperti cerita sampean itu. Padahal pendidikan membutuhkan feedback dari kaum profesional.

Untuk sampean, tidakkah terbetik keinginan untuk memberikan masukan yang berharga kepada alammater sampean yang sangat memerlukannya itu?

Jika punya cukup waku, tulislah buku. Jika waktu terbatas, tulisalah pengalaman secara terstruktur, walaupun tidak
berbentuk buku dan berikan kepada Jurusan kita. Jika keduanya masih belum memungkinkan, pinjamkanlah buku-buku sampean
yang selama ini sampean pakai referensi dalam design. Syukur bisa diberikan.

Dulu saya kesulitan untuk mengadakan buku. Semua dana yang dikelola Jurusan “tidak boleh” dipakai membeli buku. Sampai-sampai saya menipu dengan kwitansi.
Kwitansi foto copy, namun sebenarnya adalah untuk membeli buku. Sampean bisa bayangkan, bagai mana sebuah jurusan tidak memiliki continuity dalam pengadaan buku.
Kadang ada cemoohan sinis. Ada buku pun dosen nggak akan mampu baca, wong nggak bisa bahasa Inggris. Namun saya yakin, banyak mahasiswa yang hebat dan mampu berbahasa Inggris lebih baik dari dosennya. Jika buku tersedia, banyak mahasiswa hebat yang mampu mengaccessnya.

Sekedar usul.

Salam dari Newcastle.
Salju sudah mulai turun.

===== Original Message From ars-its@yahoogroups.com =====
—– Original Message —–
From: p. mahendra
To: arsitekits@yahoogroups.com
Cc: suryabandung ; fery ; t.r.
Sent: Tuesday, December 06, 2005 3:53 PM
Subject: iblis!

di sanur, mendung,
ntah akan turun hujan apa ndak,
saya ndak tahu.
di ruang saya,meja saya ada dua.
satu ukuran 1.5mx2m dan satunya lagi ukuran 1mx1.5m
yang gede tempat di mana komputer berada. juga tertumpuk sekian lembar
gambar, baik yang musti saya cek atau musti saya gambar.
saya ndak tahu mana gambar yang pertama kali datang ke meja dan mana yang terakhir.
saya ndak tahu di mana pulpen saya berada tiap hari, karena tertutup tumpukan itu.
meja yang kecil, tertumpuk gambar gambar konsep yang hari ini saya kerjakan. ada spanya hyatt beijing, villanya hyatt beijing sekaligus gugusan villagenya
serta areal ballroom.

juga ada spanya hotel maskeliya-srilanka yang hari ini masih saya kotak katik denah ruangnya. ada presidential villanya hotel ini juga yang menunggu, jugamareal porte cocherenya.

barusan, saya minta diprintkan areal villanya hotel mulia-jimbaran untuk saya revisi. site plannya musti saya rubah sedikit. proyek ini berada di daerah berkontur, jadi agak runyem menempatkan villa.

tadi siang sekitar jam satu, klien dari sebuah proyek di china mengirimi saya email. katanya, “saya tunggu jawabannya paling lambat sebelum rabu!”.
wah, ini kan sudah selasa!
saya jawab dua jam kemudian. males menghadapi klien seperti ini.

sebulan yang lalu, saya berada di kawasan bukit jimbaran.
project manager sebuah proyek hotel memanggil saya.
saya datang setelah makan siang.
dia bilang akan membabat habis semua pohon yang ada di sitenya. Katanya biar gampang!.
saya bilang, hanya iblis yang melakukan hal seperti itu. dan hanya arsitek bodoh yang membasmi pohon demi sebuah karyanya.
dia tertawa. dasar bule gila!

melihat tumpukan gambar di 2 meja itu,
mungkin hanya iblis yang bisa menyelesaikannya dengan sehari waktu!

sayangnya, saya bukan iblis!.
(belum…)

o di bali

Popularity: 1% [?]



POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    meng-adopsi drama monolog dari seorang putu wijaya di jakarta beberapa hari yang lalu, saya bersurat kepada setan :

    November 18, 2005
    yang terhormat, setan

    telah lama tempat ini berkubang dengan keganjilan,
    lama sudah diri ini terkukung di balik jeruji jeruji harga diri yang ndak berarti,
    persengkongkolan dengan diri anda begitu mengasyikan sekaligus menempatkan hati nurani manusia ke titik yang paling rendah,
    dan,
    saya tahu engkau, setan yang terhormat,
    sekali lagi, yang terhormat setan,
    selalu berpesta akan suksesnya segala bisnis manusia dengan para setan,
    menikmati indahnya segala kejadian yang membuat para manusia bunuh membunuh, menderita dan menjilat lobang pantatnya sendiri.
    menenggelamkan kebajikan yang seharusnya terposisikan di atas ubun ubun setiap manusia,
    dan engkau para setan, selalu bersorak di saat kapan kami, manusia, kalah bertarung dengan diri.
    engkau telah menempatkan kami, manusia, sebagai budakmu yang abadi,
    menempatkan mata kami di setiap kegelapan,
    membuat lidah kami selalu ingin merasakan enaknya daging dunia,

    setan,
    mungkin anda ndak pernah merasakan indahnya hidup tanpa kesemrautan,
    karena saya tahu engkau adalah insan tak bermoral, tak berotak seperti kami, manusia.
    mungkin ada baiknya anda, setan, memikirkan bagaimana caranya agar anda bisa hidup damai tanpa harus mengganggu jalan hidup kami para manusia,
    biarlah kami hidup tentram tanpa campur tangan kalian semua para setan yang terkutuk!
    dan,
    kami manusia di sini, akan selalu berdoa agar engkau sekalian mendapat pengampunan,agar nantinya, tuhan yang maha esa berkenan membuatmu menjadi insan yang lebih baik kelak.
    biarlah hidup kami berjalan lebih damai, hati yang damai hidup berdampingan dengan para manusia di sini, dan berharap engkau pergi menjauh dari setiap kehidupan kami,
    cukuplah sudah engkau membuat segala perbuatan, perkataan dan pikiran kami yang membinatang,
    karena kami tahu, engkaulah penyebab kekacuan di dunia!
    engkaulah penyebab moral manusia terletak sejajar dengan para binatang!
    dan saya wakil dari manusia, menginginkan semua setan pergi dari hidup manusia,
    menjauhlah dari hidup manusia,
    karena kami yakin, tanpa kehadiran dan campur tanganmu, manusia masih bisa hidup!

    berharap engkau mengerti maksud kami,
    segeralah pergi menjauh, setan yang terkutuk!

    terima kasih,
    salam,
    p. mahendra

    surat itu saya kirim seminggu yang lalu. hari ini saya mendapat balasan dari setan. isi suratnya sungguh tak saya sangka,

    yang terhormat, MANUSIA

    telah lama tempat ini berkubang dengan keganjilan,
    lama sudah diri ini terkukung di balik jeruji jeruji harga diri yang ndak berarti,
    persengkongkolan dengan diri anda begitu mengasyikan sekaligus menempatkan hati nurani setan ke titik yang paling rendah,
    dan,
    saya tahu engkau, MANUSIA yang terhormat,
    sekali lagi, yang terhormat MANUSIA,
    selalu berpesta akan suksesnya segala bisnis setan dengan para MANUSIA,
    menikmati indahnya segala kejadian yang membuat para setan bunuh membunuh, menderita dan menjilat lobang pantatnya sendiri.
    menenggelamkan kebajikan yang seharusnya terposisikan di atas ubun ubun setiap setan,
    dan engkau para MANUSIA, selalu bersorak di saat kapan kami, setan, kalah bertarung dengan diri.
    engkau telah menempatkan kami, setan, sebagai budakmu yang abadi,
    menempatkan mata kami di setiap kegelapan,
    membuat lidah kami selalu ingin merasakan enaknya daging dunia,

    MANUSIA,
    mungkin anda ndak pernah merasakan indahnya hidup tanpa kesemrautan,
    karena saya tahu engkau adalah insan tak bermoral, tak berotak seperti kami, para setan.
    mungkin ada baiknya anda, MANUSIA, memikirkan bagaimana caranya agar anda bisa hidup damai tanpa harus mengganggu jalan hidup kami para setan,
    biarlah kami hidup tentram tanpa campur tangan kalian semua para MANUSIA yang terkutuk!
    dan,
    kami setan di sini, akan selalu berdoa agar engkau sekalian mendapat pengampunan,agar nantinya, tuhan yang maha esa berkenan membuatmu menjadi insan yang lebih baik kelak.
    biarlah hidup kami berjalan lebih damai, hati yang damai hidup berdampingan dengan para setan di sini, dan berharap engkau pergi menjauh dari setiap kehidupan kami,
    cukuplah sudah engkau membuat segala perbuatan, perkataan dan pikiran kami yang membinatang,
    karena kami tahu, engkaulah penyebab kekacuan di dunia!
    engkaulah penyebab moral setan terletak sejajar dengan para binatang!
    dan saya wakil dari setan, menginginkan semua MANUSIA pergi dari hidup setan,
    menjauhlah dari hidup setan,
    karena kami yakin, tanpa kehadiran dan campur tanganmu, setan masih bisa hidup!

    berharap engkau mengerti maksud kami,
    segeralah pergi menjauh, MANUSIA yang terkutuk!

    terima kasih,
    salam,
    SETAN

    saya terduduk lesu,
    siapa setan yang sebenarnya?

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 1 Comment


  • Email

    “bli putu, pesawat yang dari sanya ke hongkong saat balik ke bali, menurut anta-travel agent, delay!. yang semula berangkat dari sanya jam 10 pagi menjadi jam 5 sore”, sekretaris mengemail saya di malam hari di sanya, china
    “what? tolong cari pesawat yang lain!”, saya membalas emailnya.

    saya tinggalkan business center dan menuju lobby dimana orang orang telah berkumpul untuk meeting. meeting tentang hotel, cukup di sofa sofa yang tersedia di lobby hotel ini. pikiran saya masih kalut akan delay itu dan saya ogah untuk memperpanjang tinggal di sini walau cuman semalam!.
    di sela sela pembicaraan tentang segalanya di meeting yang santai ni, saya nyeletuk tentang “delay”.
    pembicaraan mendadak terhenti!, saya senang akan perubahan situasi ini.

    “how came putu ?, your flight will be next 2 days more but now you just said it has been delayed!”
    “i dont know either!, but you know what, for all travel agent has their own computers to be on line every second so then they know for all schedules for all flights all around the world, but i think this is too funny to delay my flight for the next 2 days more!”
    percakapan semakain seru tentang delay ini.
    flight saya nyambung dengan flight yang lain. jadi kalo ada satu fligth yang “delay”, itu ber-arti saya kemungkinan tidak bisa “menangkap flight yang lain. flight saya dari hongkong menuju singapore ada di jam 1.30pm di hari kamis, ini ber-arti saya musti berada di hongkong paling lambat jam 12 siang!

    salah satu rekan yang dari hongkong memberi jalan pintas agar saya tetap bisa terbang dari sanya ke hongkong di hari yang sama.
    dia menyarankan untuk terbang dari sanya ke shenzen dulu, kemudian naik bus ke hongkong, dia yakin saya bisa menangkap flight saya yang dari hongkong ke singapore.
    “i did it already putu, you just take the first flight to shenzen, i think it is at 7.30 or 8.00 am. the flight is only one hour and the the bus to hongkong is only one hour also. so you might be arrived in hongkong’s airport at 11.30 or something”. i belive you could catch the flight to singapore!”
    ” yes, i did it too!”, leong, sang arsitek untuk hotel ini yang dari singapore berusaha meyakinkan saya lagi.
    “ok, thanks. but it seem too complicated?”
    “no lah. this bus is shuttle bus from shenzen airport next to hongkong’s airport!”, leong meyakinkan saya lagi. “it is only 100-200 RMB”, lanjutnya.
    pembicaraan beralih ke proyek lagi, sementara pikiran saya melayang ke rencana besok, besok musti mengurus ticket ke shenzen setelah acara di site selesai.

    dan,
    akhirnya klien yang membelikan saya tiket menuju shenzen.
    saat saya tiba di shenzen, counter bus ada tepat di sebelah pintu keluar airport. cukup dengan 200RMB, bus ini melaju meninggalkan shenzen menuju hongkong.
    saat 30 menit perjalanan, bus berhenti di sebuah terminal. ada 4 penumpang termasuk saya turun. saya bertanya ke supir apakah kita sudah sampai di airport.
    “no sir, we must change the bus and you must pass the imigration counter first. our bus will wait you at the other side of this terminal after you passed the imigration counter!”
    ada banyak orang. dan ada banyak bus yang berhenti di titik ini.
    saya masuk ke dalam ruang terminal dan berderet ngantre di jalur imigrasi. yang memakai passport di sebelah sini dan yang warga china atau hongkong dengan KTP di sebelah sana. semua di atur layaknya saat kita berada di bandara. layaknya kita ingin memasuki atau keluar sebuah wilayah atau negara. walau kita tahu antara china dan hongkong merupakan “tempat” yang berada di satu bendera.

    lolos di imigrasi, bus yang saya sewa sudah menjemput saya karena ada stiker yang tertempel di dada saat saya ada di bus pertama. masing masing penumpang punya stiker ini jadi awak bus akan gampang mengenali penumpang lanjutannya menuju hongkong.
    beberapa menit meningalkan terminal ini, bus terhenti lagi, ada “konter imigrasi” lagi yang musti dilewati, yang ini buat semua orang yang masuk ke hongkong.
    hmmm..ketat amat.
    selain liwat udara dan darat, masuk ke hongkong juga bisa dilalui liwat boat, tapi saat ini saya hanya ingin mencoba liwat darat saja. saat meeting malam di lobby hotel itu, teman juga menyarankan kalo saya berminat memakai boat untuk ke hongkong. saya yakin ada beberapa counter yang musti kita liwati sebelum nyampai di hongkong seperti yang terjadi saat ini kala bus terhenti lagi di imigrasi darat.

    cukup melelahkan dan agak njlimet, tapi ini demi keamanan sebuah “tempat”.

    saya jadi ingat tentang bali, kalo saja hal ini bisa di “adapt” di pulau saya (juga di pulau lain), mungkin keadaan kita di bali tidak separah saat ini.
    dan kalao saja orang orang punya harga diri yang tinggi tidak seperti saat ini yang cuman seharga 5000 perak bisa meloloskan orang tanpa identitas yang jelas, “tempat” kita mungkin lebih aman.

    o di bali
    nov. 13, 2005

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    (tulisan ini dipakai untuk me reply tulisan sonny sutanto di forum AMI sekitar bulan September 2006)
    membaca “fee” pada “aji memasukan angin rejeki pada lontar kuno feng krkrkrk chuiihh”

    sembari menunggu ada workshop bertemakan jurus membuat fee dan menghadapi klien dengan nara sumber P.S.S, Sp PDS Yg. Krt. Ab., ( pinisepuh sonny sutanto, sepuh perguruan danau suter yang keramat abis!), saya memberikan gladi kotornya,
    mohon maap kalau terlalu konyol.

    saya membaca beberapa lontar lama tentang “fee” dan cara menghadapi klien,
    di muat pada kitab lama sebelum jaman belanda, lontarnya agak kusam berjudul
    “feng krkrkrk chuiihh..” di karang oleh vincentius lol abis.
    dan saya sudah terapkan, ternyata ada hasilnya.
    di sana tertulis dengan bahasa preman dan saya menerjemahkannya dengan
    sekian kamus bahasa yang ada.

    1. krlskhdye6379943ujhdsmqs-00 23892753462892md]] [p][][ow

    iwqjnqjoplasjjeu

    ysabnnbajiqijqnnbqq11““`..,
    plwmn wfvsjhsnsjhjwnnwi128181818181==

    ==—-===+++))999(90–

    artinya :
    *buat mereka yang ingin berprofesi sebagai arsitek dengan berjalan sendiri,
    memulainya dari saat ia tamat sekolah arsitek sungguh amatlah susah ia untuk
    “di-bau-i” oleh khalayak ramai. mengingat ia melemparkan secuil “bau” di
    pasar yang sedemikian luasnya yang telah dipenuhi oleh sekian “bau” yang
    telah meramaikan pasar” *

    saya jelaskan lagi dari arti tersebut di atas,
    ada sekian ego yang nantinya hadir ke permukaan saat tamatan arsitek ini
    lepas kandang. bagi mereka yang telah diterima di firm arsitek setidaknya
    mereka telah “i m a half there” lah. tetapi lain halnya buat mereka yang
    memulainya sendiri di garasi. memasarkan “product” mereka musti dari door to
    door (seperti pedagang asong cilik di pilem “monster house”), dari telinga
    ke telinga. dan jujur saja, klien pertama mereka pastilah si paman, atau si
    kakak atau si teman mereka sendiri. pada kasus ini, harga desain menjadi
    sesuatu yang berada di posisi “tawar yang lemah”, bak kita belanja di pasar
    rakyat. semuanya musti tawar menawar dulu dan tak bisa berpatokan sesuai
    dengan “harga di mall” (what you see what you got!).
    pada proses seperti ini, arsitek pemula musti memandang hasil karya yang
    diberikanya nantinya akan layak untuk ditinggali, bukan memikirkan uang yang
    ia dapat dari job itu musti bisa dipakai untuk membeli sebuah mersedez
    bens!. karena apa? karena pada proses awal ini, ia berada pada keadaan
    dimana ia “menebar maut”. kali aja, hasil karyanya bisa membuat kliennya
    puas dan “maut” pun akan berhembus dari mulut ke mulut dari telinga ke
    telinga.
    ada kejadian yang pasti selalu terjadi saat ia berdiskusi dengan klein.
    “ah mahal amat sih, segini doang kok mahal, saya juga bisa gambar!”
    kata kata seperti itu pastilah akan selalu muncul buat mereka yang “walk
    alone on the street”.
    saya mengibaratkan kalau seorang wanita datang ke kamar hotel saya. dia
    mempreteli pakiannya satu persatu. akan beda kalau ia langsung tampil bugil
    all out di depan mata karena saya pasti bilang, “ah..body lu sama dengan si
    miss world, ndak ada beda! ngapain saya musti bayar mahal!”
    itu trik saya agar saya bisa membayar ia lebih murah tetapi hasil maximal!
    he he
    ingatlah, bahwa arsitektur ibarat sebuah cerita pilem. gambar yang
    merangkainya juga ibarat cerita pilem. kalau kita lihat di cineplek sana,
    cuman poster doang yang nongol duluan.
    begitu juga kalau berhadapan dengan klein.
    saat pertama bertemu klien, hendaklah si arsitek pemula membawa “poster
    pilem” doang. ibarat wanita yang baru melepaskan kancing bajunya dua biji
    aja. itu aja cudah cukup.
    kalau klien “terangsang”, baru bicara “rupiah”. ingat, jangan membuat
    situasi semakin keruh saat klein berusaha menawar. flexible aja dulu dengan
    harga, karena arsitek pemula belum setaraf sir norman foster.
    jangan pernah membawa gambar yang “all out” saat pertemuan pertama, sisakan
    sedikit buat “jeda”.
    “yang sisakan sedikit buat jeda” kemudian musti direalisasikan sebagai
    permainan kata kata saat pertemuan pertama tadi.
    kalau ridwan kamil bilang, “kekuatan komunikasi” musti ada di tiap arsitek.
    nah “kekuatan komunikasi” ini lah yang dipakai untuk menjelaskan segala
    sesuatu yang belum terlihat di gambar yang baru sebatas “poster pilem” ini,
    agar kita tahu arah pembicaraan kita dengan klien, berlanjut atau stop
    sampai di sini!.
    jangan pernah meninggalkan gambar di klien, kalaupun terpaksa karena ia
    ngotot, toh tuh gambar baru sebatas “poster pilem”, jiwanya masih kita yang
    pegang.
    kekuatan gambar yang baru berupa “poster pilem”, yang amat memegang peranan
    penting adalah kekuatan sketsa tangan. maka, latihlah kekuatan sketsa yang
    amat sangat berguna pada tahap ini.
    kembali ke kekuatan komunikasi tadi, arsitek pemula musti bisa menjelaskan
    bahwa arsitektur bisa membuat hidup orang banyak ke arah perubahan yang
    lebih baik. kalau arsitek tak mampu menjelaskan hal ini, maka ia akan
    menjadi bahan olok olok klien. ada banyak orang awam yang telah banyak
    merasakan ruang di sana sini. pengalaman meruangnya malah lebih banyak
    ketimbang si arsitek yang 5 tahun belajar meruang di kampus. tentu tugas si
    arsitek (pemula) adalah “menguncup” kan pengalaman meruang yang diperoleh si
    orang awam ini agar tertata lebih baik.

    2. ))*&^%$131262gdhd273872187

    932032++<MMKLJKJGH%%4~~~

    ~~+|||??><L++))**&JKHjkMLKOJlmskaoowiu

    ieujhjsduuyrtwgw55454282hsxdnjdm,,,,..,[[[[[[

    artinya:
    *buat mereka yang ingin berprofesi sebagai arsitek, salah satu yang mungkin
    dibilang cepat menemukan jati diri adalah dengan bergabung dengan firm
    konsultan arsitek (yang besar)”*
    **
    saya jelaskan di sini,
    kalau kita hendak berdagang nasi goreng, di jalan kecil sekitar rumah maka
    pelanggan yang akan datang bisa dihitung dengan jari dan tetap hanya mereka
    saja yang akan mengenal. lain halnya kalau kita berdagang nasi goreng dengan
    menyewa salah satu ruang di mall besar.
    mereka yang telah berhasil masuk dalam sebuah firm arsitek, mereka punya
    kans kuat untuk “membuat jaringan”. kalau bisa, isaplah ilmu sekuat dan
    selama mungkin jika telah berada di tempat ini.
    ibarat kita kembali ke masa pendidikan di kampus, maximal 5 tahun baru bisa
    dikatakan lulus kuliah. kalau si arsitek pemula hobinya selalu berpindah
    pindah firm maka jati dirinya juga akan lama terbentuk.
    keuntungan lain kalau kita masuk di kelompok ini, bahwa desain yang
    dihasilkan nantinya ternyata lebih bagus didapat dari banyak kepala. lebih
    banyak kepala yang terlibat akan membuat proses desain semakin mantap.
    belajar bagaimana membuat sesuatu lebih baik dan baik melalui kritik orang
    lain.
    kalau kita bekerja sendiri, kritik itu hanya datang dari seorang klien.
    mengisap ilmu pada firm besar juga kita bisa tahu “harga mall”.
    selepas mengisap ilmu di firm ini, anda bisa menaruh harga layaknya harga
    yang tercantum di mall, karena posisinya kini telah berada di “menikmati
    maut” bukan menebar maut. jaringannya elah terbentuk.
    minimum arsitek ini telah bekerja dengan firm besar selama 10 tahun tanpa
    loncat loncat ke hati lainnya!-kata sonny sutanto.

    3. msio**&__+?><::”ll;mmlklsijasl;

    apiuwt24251618@@@$$%#^&*(&^%$()_

    +?>:””””:>..////<Lmjkmnxjjsnwiwoldfndysw[w

    [w[w[mm,2238bbbb

    artinya :
    *perlakukanlah klien anda sebagai sesuatu yang amat exclusive*

    saya musti jelaskan disini,
    buatlah klien kita berpikir bahwa kita, arsitek yang disewanya, hanya
    bekerja untuk dirinya. exclusive hanya buat dia. jangan pernah kita bilang
    bahwa kita amat sangat sibuk dengan jadwal kita sampai sampai kita musti
    mencari cari jadwal agar bisa melayani. sementara klien kita telah berteriak
    teriak untuk sebuah pertemuan.
    semua detail yang kita buat, hanya exclusive buat dirinya dan tak bakalan
    ditemukan di pekerjaan kita di proyek lain, even, bagaimana ia menaruh
    sandal! musti beda dengan bagaimana klien yang lainya menaruh sandal.

    semoga berguna, sebelum mendapat kesempatan bertatap muka dengan sonny yang
    sutanto di workshop harapan nanti.

    salam,
    putu-arsitek yang tak akan membuat “firm sendiri”
    di himpun dari berbagai halaman di lontar kuno “fengh krkrkrk chuiiih” dan
    tambahan dari beberapa primbon serta obrolan sesama arsitek berambut pirang.

    Popularity: 2% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 2 Comments


  • Email