dua minggu yang lalu,
saya ke kantor pusat, untuk 3 jam meeting proyek di china.
di sebelah saya duduk seorang perempuan berjilbab. kita berdua saja yang sepertinya lokal, karena di sekeliling pada berambut pirang dan berdasi. cuman saya yang bersandal jepit. pramugari menyuguhkan saya minuman juice. saya ambil apple juicenya. inilah service penumpang kelas “business”.

si perempuan berjilbab menyapa saya, “domestik..?” katanya.
saya bengong beberapa saat. dan agak bingung, maksud pertanyaan nya apa.
trus dia melanjutkan lagi, “orang lokal ya..?”
“ya”, jawab saya. “saya orang bali asli. mau ke bangkok ya..?”
“iya”, jawab perempuan itu. kemudian dia bicara panjang lebar.
saya tahu kemudian bahwa perempuan ini hendak ke bangkok dan ini merupakan perjalan pertamanya ke luar. “this is my first trip” katanya.

si perempuan bertanya tentang segala hal. tentang imigrasi, tentang baht, tentang taxi, tentang hotel yang ditujunya.
saya tanya ngapain dia ke bangkok.
“training, selama 2 minggu”, katanya lagi.
saya pikir dia bekerja di perhotelan, tapi kemudian setelah dia menjelaskan dimana dia bekerja, saya melotot..
“saya dari UNPAD..!”
“jadi kamu dosen…?” tanya saya. “walaaaahhhh…..!”
“trus ngapain mau ke bangkok, tapi berangkatnya dari bali..?”
“ya saya ndak ngerti, karena ticketnya emang disediakan musti berangkat dari bali, jadi ya dari bandung ke bali dulu, sambil jalan jalan lah. khan duitnya gratis..”
“gratis..?”
“iya.., gratis, dibiayai oleh swedia!, saya dapat bea siswa untuk hak asasi manusia. saya dosen HI di unpad, baru awal tahun 2004 yang lalu jadi dosen”.
“eh..boleh nanya, gimana tuh caranya nyari beas siswa seperti itu..?”
“wah..mas banyak. nyarinya di internet…, musti rajin nyari, rajin mencoba…”
“trus…kamu rencananya nyari S2 di mana?”,
“saya masih apply di kanada, jawabannya bulan nopember ini. kalo bisa sih, maunya nyari S2nya di luar saja mas. selain ilmunya lebih, khan dapat pengalaman lain juga toh.., ya…liwat bea siswa kan bisa..”.

saya inget, tahun 1996, saya mencoba mencari bea siswa ke australia, tapi gagal. sedih..!
saya salut akan dosen perempuan ini, rajin amat nyari kesempatan untuk kuliah di luar.
saya ingat dengan teman saya,yang dosen di kampus yang baru saja menyelesaikan S2.
saya tanya ke dia, kenapa nyari S2 di indonesia, kok ndak ke luar.
jawabnya, anulah..itulah. dan jawaban yang paling gampang, “formalitas, dosen kan musti S2”, katanya.
wah….saya takut jadi dosen.

sehabis makan malam disuguhkan, saatnya menikmati desert.

pramugari membawakan beberapa buah segar, ada anggur, jeruk, pepaya, semangka. di sebelah buah buahan tadi, ada sederet minuman anggur.
si pramugari bertanya ke perempaun berjilbab itu, mau desert apa.
“red wine please”, kata perempuan berjilbab.
saya agak terkejut, aduh nih perempuan minum anggur juga…? walah…mak..
si pramugari mengambil gelas dan hendak menuangkan anggur merah. tapi mendadak si perempaun berjilbab tadi bilang..”no..no..no..!, i want this”, sambil tangannya menunjuk buah anggur.
walah……

makan anggur ah..,

ongki, sanur-bali
Oct. 15, 2004

Popularity: 1% [?]



POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    (tulisan ini me reply posting zenin adrian dan miranti gumayana di milis forum AMI, agustus 30, 2006, setelah sebelumnya saya memposting judul yang sama ke milis tersebut)

    saya bisa makan di warung made kuta, setelah saya mengalami sekian proses, sebuah perjuangan, salah satunya dengan bekerja dulu agar dapat rupiah baru bisa makan di warung tenar itu.
    seorang pemulung yang selalu liwat di depan rumah saya, mengorek ngorek tong sampah mencari plastik bekas agar bisa mengais rupiah juga untuk bisa makan besok.
    bagi kalangan yang mampu, mungkin hal itu ndak akan terjadi, prosesnya malah “dipersingkat”.
    tetapi intinya adalah, kita bekerja dulu, agar bisa menikmati selanjutnya.
    itulah hidup, yang menjadi hukum alam.
    itulah ruang subjek, dimana kita diposisikan sebagai objek yang musti di”kerja”i untuk mendapatkan sesuatu hasil yang diinginkan.
    kalau kita ibaratkan sedang melakukan persetubuhan, prosesnya ndak segampang membalikan tangan, ada sebuah proses (cium, belai, bisikan, menanggalkan baju satu persatu..dst, sampai ke orgasme!)
    saya yakin, semuah mahkluk termasuk anda, pasti mengalaminya bukan?

    selama ini,
    yang terjadi dalam hasil desain adalah ruang telah tertata sedemikain rupa.
    bagus!
    dan kita masuk kedalamnya menikmatinya, berinteraksi, istilah kerennya, kita berinteraksi dengan ruang atau ruang berinteraksi dengan kita. kalau ndak ada interaksi ndak keren! atau kalau ndak nge-drug ndak gaul!
    penikmatan ruang pun berhembus sampai kita bisa yakin bahwa ruang yang kita diami nyaman.
    pada posisi seperti ini, kita berada di posisi “subjek” dan ruang itu berdada di predikat “objek”.

    pernahkah menemukan sebuah ruang yang memaksa kita untuk melakukan sesuatu dulu sebelum bisa menikmatinya?
    ibarat anda datang ke starbuck, memesan coffee late dan membayarnya di kasir tetapi kemudian anda disuruh membuat sendiri kopi yang anda pesan?
    pernahkah menemukan sebuah ruang dining yang hanya berisi meja, dan satu kursi tetapi 3 kursi yang lain berada di tempat lain yang jaraknya ada yang 1m, 2m, dan yang ke 3 berada di meja lain dan anda datang ber-4, ruang yang berukuran 3×3 ini pun akhirnya memaksa anda untuk “bekerja” dulu mengumpulkan 3 meja yang terpencar tadi, agar anda bisa duduk bersama sama dengan rekan rekan anda?

    pada perancangan sebuah ruang interior, fitness centre sebuah hotel di kawasan nusa dua bali, ada sebuah ruang yang disebut “changing room”.
    di dalamnya ada ruang vanity, changing, toilet, shower, steam sauna.
    di vanity, biasanya posisi faucet/keran air langsung ada di atas wash basinnya.
    bagaimana halnya jikalau posisi wash basin berada sekian jengkal dari krannya?
    para tamu musti berpikir dan bekerja dulu agar posisi kran dan wash basinnya berada tepat satu sama lainnya agar ia bisa mencuci tangannya.
    selamat datang di ruang subjek!.
    bahwa hidup musti bekerja, agar kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan!

    salam,
    putu di bali, sedang bekerja agar bisa menjadi arsitek yang lebih dan lebih baik.

    Popularity: 4% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 1 Comment


  • Email

    ini yang ke dua kalinya terjadi..,
    setelah yang pertama beberapa minggu yang lalu, saat terbang ke goa dari bangkok,
    kini terjadi lagi, saat terbang dari bangkok ke danang, vietnam.

    saya set jam di HP untuk berdering pukul enam pagi.
    flight saya ke danang-vietnam ada di sembilan pagi WIB.
    saya tertidur sekitar jam 12 malam lebih sedikit, jadi ada sisa waktu sekitar 5 jam untuk tidur (pulas..?)
    penerbangan DPS-BKK yang 4 jam membuat saya kecapekan.
    dari mulai tertidur sampai jam 6 pagi, ada sekian kali saya terbangun,
    tidur beginian tidak bakalan membuat badan kembali fit.
    malah saya semakin tak bisa tidur saat terbangun kembali pukul enam kurang lima menit.
    selalu begini, mata lebih dulu terjaga dari alarm.
    hari telah terang,
    ada suara suara kecil di luar sana,
    saya lihat 2 rekan yang ikut perjalanan bali-vietnam sedang keliling kebun rumah bill.
    mereka pertama kali ke bangkok dan “keluar”.
    saya bergegas mandi,
    maklum, kota bangkok parahnya bukan main jika dibandingkan dengan jakarta.
    tetapi, sampai saya telah siap berangkat, bill belum menampakkan batang hidungnya.
    saya tenang saja, kalau terlambat, terlambat for ALL!.

    dan begitulah,
    perjalanan dari rumah ke airport swarnabhumi mencretnya bukan main.
    saya pasrah..,
    “driver” sibuk menilpun kantor untuk menyiapakan jadwal terbang dengan jam yang lebih siang, (siapa tahu dapat…?)
    bill menilpun kantor pesawat yang kita pakai terbang ke danang,
    tapi,
    semuanya sepertinya ndak berhasil.
    kami akhirnya nyampe di swarnabhumi pukul 8.30am,
    sedang pesawat terbang pukul 9.00am!,
    beruntung, kita masih bisa check in!,
    dengan satu syarat : kita musti bawa sendiri barang bawaan tas-koper besar besar itu ke gate dan beri ke petugas yang sudah menunggu di situ!.
    saya bawa 3 barang,
    yang pertama koper gede; isinya tripod, reflector, sepatu, pakaian, buku buku, kertas kertas serta gambar.
    yang ke dua, back-pack, isinya kamera plus 5 lensa
    yang ke tiga, tas jingjing, isinya laptop, buku buku bacaan, charger.
    itu semua menggelantung di pundak dan terseret.
    BERAT! abis..
    kami berlari,
    dan berlari ke gate D1 yang jaraknya sekitar 400m,
    anak anak pada meninggalkan saya, mereka membawa bawaan yang lebih ringan.
    badan saya terkekeh menyeret ketiganya.
    napas ter-engah terseok!.
    ah…kenapa musti begini terus…
    “running shoes”, begitu akrab di kuping saat nasib digantung pada jam terbang yang telah fix!.

    kami akhirnya nyampe di gate dan koper berpindah tangan ke petugas.
    bis kemudian menghantar ke pesawat yang cocoknya di sebut sebagai pesawat jet pribadi.
    kecil mungil, mengingatkan saya akan kemungilan pesawat LION.
    pramugari menyambut di bibir pintu, dan memang tak ada kelas BUSINESS.
    mata saya terbelalak melihat kursi kosong pol!
    saat saya hitung, total penumpang ada 8 orang dan kursi semuanya ada 60-70 seats.
    dan dari 8 orang itu, kami ber-4,
    jadi tahu,
    kenapa mereka masih meng-open seats walau saat check in tadi waktu telah menunjukkan pukul 8.35 am!

    salam,
    o-hanoi, Vietnam
    6 april 2007

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    3 minggu yang lalu, rini bertanya kepada beberapa rekan wanita di kantor.
    “bagaimana caranya tahu kalo kita hamil?”, tanyanya di suatu pagi pada 2 orang wanita yang kebetulan 2 wanita ini sedang hamil besar.
    “kamu bisa beli alatnya di apotek, murah kok”, jawab wanita pertama. “dan gampang!” lanjutnya.
    “emang kamu hamil rin?” tanya wanita ke dua
    “ndak kok, hanya pingin tahu aja”
    mereka pun terlibat pembicaraan seru masalah ini.
    saya hanya mendengarkannya sambil menggambar.

    beberapa hari kemudian, rini memakai baju hamil dipadu dengan blue jin.
    orang orang semakin yakin anak ini sedang hamil, dan semain menggodanya.
    saat saya ada waktu untuk bercakap dengan rini, saya bertanya tentang hamilnya dia.
    “kamu hamil?”
    “ndak, bli putu ngarang!”
    “lha, anak anak bilang kamu sedang banyak bertanya tentang hamil, jangan jangan kamu memang bener hamil!”
    rini ngeloyor pergi.
    saya cari lagi dia.
    saya beri dia tips!
    “rini…”
    “kalo kamu ndak pingin hamil, tanpa memakai kondom, saya beritahu caranya”
    “boleh, apaan?”, rini menghentikan jari jemarinya menari di atas keyboard dan menoleh ke mata saya.
    antusias!
    “kalo liwat mulut dan sampai ketelen ndak bakalan hamil!”
    matanya melotot dan kembali bekerja.
    anak anak lain pada ketawa ngakak.
    seminggu liwat dan hampir 5 hari saya ada di luar kantor.
    saat saya kembali ngantor lagi kemarin, rini datang ke ruang saya untuk asistensi gambar.
    saya heran, bicaranya ndak jelas, dan sayapun bertanya kenapa kok dia bicara sambil menutup mulutnya.
    “kamu kenapa, kok bicara sambil menutup mulut gitu?”
    “saya sariawan!”
    “hah!”

    jadi?

    o di bali
    nov. 12, 2005

    Popularity: 2% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 3 Comments


  • Email

    26 nov. 2004
    lotus cafe, sheraton sanya, hainan-china. 7.00pm

    sebenernya saya mau makan malam di kamar saja. baru mau
    mesen makan malam, temen saya Oh, lanskap arsitek dari
    kantor bangkok menelpon saya.
    intinya ia menyuruh saya turun dan bergabung dengan nya
    yang sedang makan malam di lotus cafe, dibawah lobbyhotel
    sheraton sanya. dia bilang, ada puluhan miss world sedang
    makan malam di cafe tersebut.

    puluhan poster miss world terpampang di kota ini. saya
    baca dari airport sampai ke hotel sheraton ini. saya
    pikir, acaranya masih lama. tetapi saya salah!
    final miss world yang ke 54 akan digelar tanggal 4
    desember ini. dan mereka, para miss world sudah check in
    di hotel!

    busyet!
    inilah wanita pilihan yang hampir sempurna!
    tadi pagi saya sudah mencak mencak, kayaknya saya ndak
    bisa melihat satupun miss world di hotel ini, karena sudah
    harus nengok site dan pulang pasti agak malam.
    tetapi nasib berkata lain. malam ini di depan saya
    berseliweran puluhan wanita yang berpredikat “miss world”,
    antre mengambil makanan di samping saya.
    busyet!…

    letih nengok site sepanjang hari ini, terhapus dengan
    kemolekan wanita cantik yang datang dari penjuru dunia…

    saat ini saya berpikir, amat bersyukur menjadi arsitek,
    yang bisa melihat dari dekat para miss world miss world
    itu….

    saya ndak kepingin terkenal seperti para wanita wanita
    itu…
    cuman bersyukur, profesi saya menghantarkan saya bisa
    melihat dari deket kejadian dunia itu…

    para wanita itu, telah hilang dari pandangan kini.
    saya musti kembali ke kamar.
    besok perjalanan yang amat melelahkan :
    sanya-hongkong-singapore-denpasar ( empat negara dalam
    sehari..)

    ongki-arsitek
    sheraton sanya, hainan, china

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    (dibaca oleh publik milis arsitektur ITS, 30 mei 2007)

    namanya ngurah,
    tepatnya dia anak bali yang berkasta “gusti”,
    purinya ada di sukasada, singaraja. 2 jam perjalanan mobil dari denpasar ke arah utara bali.
    kami kenal saat kami ada kerjaan di ubud.
    saat itu, dia kontraktor, kami designer.
    rumahnya ada di sekitar batu bulan.
    luas.
    ada mercy tua nangkring.
    anaknya gemuk gemuk, mungkin ada 3 saat itu, saya lupa.
    istrinya dari jawa, seorang dokter gigi!.
    lengkap.

    saya sempat diundang ke rumahnya yang luas.
    memberi masukan bagaimana seharusnya rumahnya, he…
    karena dia bertanya, maka saya pun memberikan ide.
    dari facade tembok pagarnya, kemudian jalan masuknya, kemudian taman tamannya,
    sampai teras.
    waktu itu, kami ngobrol bak sahabat dekat yang lama tak jumpa.
    selesai proyek di ubud.
    saya tak mendengar suaranya lagi,
    ntah kerja di mana dia sekarang.
    seingat saya, sekian tahun saya di sanur,
    hanya sekali saya “nyambi” kerja untuk diri sendiri dengan “upah” di luar jam kantor,
    ya karena dia yang menawarkan ada seorang bule sedang membangun villa di jimbaran sana.
    hanya sekali, itu saja.
    cukup!.
    itupun karena saya sedang “crushed” dengan bos.
    otak saya saat itu sedang ndak bagus posisinya.

    beberapa tahun yang lalu,
    dia menilpun saya.
    menawarkan pekerjaan lagi.
    saya menjawabnya dengan santai dan canda.
    “ntar dah, sehabis saya datang dari luar”.
    dia terus menunggu.

    dia datang lagi dengan pekerjaan lain, hotel lagi.
    kembali saya ada di luar lagi.
    seorang rekan lain langsung datang ke sanur, “sempet gambarin hotel rekan saya?”.
    “wah?”,

    saya ndak tahu,
    apakah ini stupid atau apa.
    “maap, saya tak akan memberikan desain di luar”, saya berkata dalam hati. “bukannya sombong atau telah tak kekurangan uang, tapi saya tak ingin rakus dan membohongi kantor sanur serta bos saya yang ndak tahu sedang di mana. juga saya tak mau dibohongi”, hati kecil saya kembali berujar pelan.
    dan mulut berkata ke mereka, “ya, nanti saya akan kesana lihat sitenya, tapi minggu ini saya ada di luar. abis dari sana saya hubungi kamu lagi”.
    antara hati dan mulut sudah ndak sinkron.
    mungkin saya perlu memeriksakan diri ke ahli jiwa atau ke dokter ahli syaraf karena saya selalu berpikir mungkin ada syaraf yang putus beberapa(?)

    minggu lalu,
    ngurah menilpun saya lagi,
    “tu ada spa di ubud yang mau direnopasi, saya sodorkan contoh alam bina yang pernah saya garap ke dia, dan dia amat sangat tertarik. kapan kamu bisa lihat site?”,
    “aku selalu membawa namamu kemana mana”, katanya lagi.
    “wah, besok saya ada di india, 5 hari. saya tilpun kamu setelah saya ada di bali, OK?”,

    say my name, say my name, say my stupid name….

    ongki-arsitek stupid!

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    (ini terjadi di 13 mei 2007)

    kemarin malam,
    seseorang datang ke komputer saya.
    dan bertanya tentang konsultan A yang ada di bali.
    kami bercakap.
    dia ada di jepang, sedang belajar, dan saya ada di Goa india, sedang ber-arsitektur.
    “maap pak putu, boleh saya tahu bagaimana pendapat bapak tentang konsultan A?”,
    “konsultan A itu anak lanskap asli, ndak pernah buat BUILDING, ndak pernah buat INTERIOR”,
    “wah, saya mau berarsitektur”,
    “lha, sampeyan meng-artikan arsitektur itu apa an?”
    “hum…”

    ini sudah ke sekian kali, ada yang berujar seperti itu.
    mungkin, ibarat sejarah, bahwa G30S PKI itu, ceritanya “musti” begitu!

    saya melanjutkan,
    “boleh saya tahu, yang disebut kue itu yang mana?”,
    “apa nagasari?, apa burger? atau tart?”,
    “kalau kamu mau “berkendara”, apa musti naik supra? atau jazz? atau mercedes?”
    “lha, semuanya “berkendara”,
    “semuanya “kue” toh?”,

    saya menerangkan arsitektur ke mas yang di jepang agak simple dan mudah;
    “kalau kamu bermain di tempat tidur, yang terpenting bukan “size!”,
    saya melanjutkan,
    “yang menjadi thema utama kemudian adalah “creativity” dan “cordination”,
    “?”, dia bertanya, agak bingung sambil mengirimkan wajah baby yahoo tertawa.
    saya melanjutkan,
    “kantor kecil, kantor besar, kerjaan building, kerjaan kebun, atau interior, bukan kemudian menjadi yang utama dalam berarsitektur”,
    “tetapi adalah keativitas kita. kemudian kordinasi teknik kita membuat detail”,
    “pendetailan sebuah perkawinan/persetubuhan material atau apapun dalam detail, intinya cuman dua; mereka itu sejenis (homosex, lesbi, atau hubungan pendetailan tak sejenis (hetero SEX)”
    ” HA HA HA”, si mas di jepang tertawa lebar.

    gitu aja kok repot!,

    salam dari jauh,
    ongki di goa india

    Popularity: 5% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 1 Comment


  • Email

    (dibaca publik milis arsitektur ITS tanggal 17 september 2007)

    ini cerita tentang,
    “kamu jadi arsitek, apa yang ingin kamu cari..?”

    pertanyaan ini kembali ditujukan ke saya saat naik taksi di perth minggu lalu.
    kami selesai mempresentasikan gambar ke klien.
    udara dingin perth dan hembusan anginnya yang keras serta rintikan air hujan, membuat badan sedikit menggigil.
    saya bingung, emang saya nyari apa dengan profesi beginian?

    di perth cuman semalam, 12-13.
    barangkat pukul 12.15am dr denpasar di hari 12 dan nyampe jam 5 pagi. meeting jam 9 dan saya hanya dapat tidur 3 jam. cukup.
    jam 1.05am waktu perth tanggal 13, saya terbang ke bangkok. transit 2 jam di singapore
    nginap semalam di bkk, 14 september jam 10.55am terbang ke kunming.
    dari kunming terbang lagi ke li jiang.
    semalam di li jiang, melihat site dengan latarbelakang pegunungan himalaya yang tertutup kabut, melihat singing street yang penuh sesak oleh lokal china berjingkrak jingkrak bernyanyi sambil bersautan di bar bar ala kuta.
    16 terbang ke shanghai, melihat sungai huangpu dan keindahan water town di tongli dan wuzhau.
    jam 19.05 di hari itu, kembali terbang ke singapore.
    udara singapore masih dingin saat touch down pukul 12.30am tadi pagi.
    meeting jam 9.30am, hanya bisa tidur 5 jam an. cukup.
    siang ini, menunggu SQ jam 4.40pm, untuk terbang ke bali.
    seminggu lamanya saya ndak ada di bali.

    saat di lounge business class SQ,
    bangkok menilpun, “where are you know, are you free or in the meeting?”
    “can you pls come to san fransisco this friday?”
    “oh..fuck, i havent seen my home yet since last week, it is fucking hard to get US visa anyway!”

    saya ingin pulang,
    bertemu anak bini dan anjing anjing!
    bertemu rekan rekan sesama arsitek di sanur,

    “apa yang kamu cari?”

    salam,
    o

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    (dibaca publik milis arsitektur ITS tanggal oct 23, 2007)

    saya bercakap dengan seorang wanita.
    dia baru saja tamat di arsitektur its.
    studio agak lengang, karena pas jam istirahat.
    sambil melihat gambar yang disuguhkan, saya bertanya.
    “siapa dosen favoritmu?”,
    dia berpikir lama, sambil mengingat,
    “bu asri”,
    “hah, kenapa?, apakah karena dia seorang ibu yang cantik?”,
    dia ketawa.
    “orangnya sabar dalam mengajar”,
    “wah, senang ya bisa bertemu dengan dosen sabar, saya ndak pernah merasakan dunia ajar mengajar. saya ndak tamat SD!”,
    matanya menatap saya tajam.
    “bener, saya ndak tamat SD, tapi di belakang nama saya ada gelarnya, TBS alis Tapi Bisa Sukses!”
    dia tertawa.
    saya tertawa.
    “saya pingin bertemu dengan josef prijotomo, kata orang, beliau cakap dalam ilmu arsitektur, bagaimana orangnya?”,
    “wah, jarang ada mahasiswa yang mau dibimbing”,
    “hah..?”,
    “kalo nguji TA, selalu jlimet, hal hal yang sepele kalau ndak bisa terjawab bisa jadi besar!”,
    “oh iya?”,
    dia mengangguk, sambil matanya menatap ke komputer.
    “saya hanya tahu beliau liwat majalah majalah”, saya melirik gelagatnya.
    “wah, saya jadi kepingin bertemu, kamu tahu alamatnya? atau alamat emailnya?”, saya bertanya lagi.
    “ntar dah saya carikan, sering nulis buku juga pak josef, sering nulis di majalah juga”, katanya.
    “apakah beliau mau bertemu dengan saya yang ndak pernah mengecap pendidikan formal?”,
    dia tertawa, kami tertawa.
    ntah pak josef!.

    siang yang unik.

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email

    saya selalu amat sangat tertarik dengan disain toilet.
    maklum, tempat ini, selain tempat tidur, toilet cukup amat sangat private. saking privatenya malah di buat open.
    saking amat privatenya malah enak dipakai untuk bersetubuh.
    he 🙂
    satu hal yang selalu saya ingin lihat, adalah bagaimana sang desainer meletak kan kran di shower. hampir sembilan puluh sembilan persennya meletak kan kran shower yang dua biji itu (kran untuk air panas dan kran air dingin) satu tembok dan selalu berada di bawah di mana kepala shower berada.
    cilakanya, saya sebagai pemakai shower, selalu ingin merasakan kekuatan guyuran air yang datang dari atas, juga ingin merasakan seberapa hangat air yang akan mengguyur tubuh.
    posisi kran seperti ini, menyebabken tubuh yang masih dalam balutan pakian dalam, terguyur basah oleh air yang tumpah saat tangan berusaha meraba dan memutar kran kran tadi karena tubuh berada tepat di bawah kepala shower.
    mustinya hal ini tidak perlu terjadi kalau sang desainer tidak mementingkan simetri dalam peletak an kran dan shower.

    malam ini, saya berjalan jalan di petronas. saya terkejut saat melihat konter jam merek fosil ternyata punya berbagai model jam tangan yang di disain oleh philipe starck. saya pemakai jam fosil yang di disain oleh philipe starck yang saya beli di penerbangan cathay pacific hongkong denpasar. di penerbangan itu, yang ada hanya satu model, dan jam ini hanya menyala saat kita hanya ingin tahu jam berapa saat itu.
    tali jamnya yang berbahan karet dan hitam, musti saya potong karena kebesaran. dan ini memang yang di saranken oleh desainernya, kalau kebesaran bisa dipotong dan jam akan hanya menyala saat kita perlu tahu jam berapa saat itu dengan memencet tombolnya. safe energy, katanya, dan selebihnya jam ini akan berfungsi sebagai gelang!. busyet!
    saya musti hati hati memotongnya, kalau kebanyakan memotong, ntar salah, ini jam ndak bisa dipakai. ukur diukur dan saya menemukan panjang yang pas di pergelangan tangan. si tukang jam kemudian memotong tali karetnya dan memasang strapnya kembali. kembali jam ini menyerupai gelang lagi karena masing masing tali menjadi satu oleh strapernya yang stainless. saat saya memakainya, genggaman tangan ternyata ndak bisa masuk dengan mulus!
    busyet!..biar kate yang ngerancang desainer top terkenal dunia, hal ini ndak pernah dipikirkan si philipe starck!.
    melihat deretan model model jam yang dibuat philipe starck malam ini, yang semuanya musti memotong tali jamnya agar pas di pergelangan, saya hanya tertawa saat si SPG berkata, “ayulah tuan, beli satu lagilah jam philipe starcknya..”

    o-brand minded
    june 8, 2006

    Popularity: 1% [?]



    POSTED BY PUTU MAHENDRA ON 19 Apr 2008
  • 0 Comments


  • Email