hari itu,
mereka datang lagi.
katanya, “kata teman saya saat melihat gambar ini, kok kayaknya lebih bagus kalau villanya ditaruh di ujung tebing?”.
katanya lagi, “kata tamu tamu yang saya temui di hotel kami, kok mereka lebih prefer untuk ditempatkan di dekat sungai?”.
katanya lagi, “kayaknya kamarnya musti jadi tambah di sini, di sana juga. kok mash ada space ya?”.

beberapa bulan sebelum pertemuan di hari itu, kami jiuga bertemu di sebuah tempat. di pertemuan sebelum pertemuain di hari itu, mereka mengangguk bertanda mereka yakin dengan tak menempatkan villa di ujung tebing atau di sisi sungai. kelihatannya mengerti.

tapi di hari itu, mereka berubah pikiran lagi. karena ada teman berargumen lain.
perubahan pikiran ini, sudah berkali kali.
satu kali, sadar dan yakin dengan pemikiran kami. di lain hari kemudian, kembali berubah. bertemu lagi, diyakinkan lagi, dan yakin super yakin. tapi, semenit kemudian, berubah lagi.

saya gambar saja apa mau mereka.
tambah ini.
tambah itu.
geser sini.
geser sana.
lambat laun, setelah anak anak merubah gambarnya, dan dikirim ke email saya; site nampak overbuilt!.

saya bilang ke boss, “kalau begitu diperlukan, maka printlah dan sodorkan. tetapi, menurut pemikiran saya, gambar ini belum layak dishow!”.
boss menjawab dari seberang, “stop gambar”.
saya tanya, “kenapa kok distop?, masalah utamanya apa?”. saya memancing pendapatnya.
lama saya berpikir di saat menanti jawabannya. saya tulis email lagi ke boss, “otak saya berpikir, gambar yang kita buat itu sudah memperlihatkan gejala overbuilt!. site “menghilang” karena masalah penambahan dan penambahan”.
sesaat kemudian, ia menjawab, “the density and the destruction to the site!”.

wajar wajarlah. jangan terlalu over.

Popularity: 8% [?]