lihatlah jalanan kota;
penuh dengan gaya hidup pemakai jalan.
mersedes bens melintas.
pengemudinya berkaca mata D&G.
tangan kanannya memegang iphone, menempelkannya di telinga.
tangan kirinya masih tetap memegang kemudi. pakaiannya rapi necis.
beberapa menit kemudian,
mobil mewah lainnya membuntuti.
BMW berwarna hitam.
bodinya mengkilat.
pengemudinya perempuan.
rambutnya hitam lebat.
sedikit alunan musik berdendang.
kulitnya putih bersih.
bau parfum menebar. chanel.
di depan mobil itu,
melintas mobil honda.
berderet ke belakang dan ke depan, sepeda motor sekian merek.
ada juga mobil yang digandrungi kaum laki;
jeep.
SUV.
sedan bergentayangan.
suara mesin kendaraan yang terkadang halus.
terkadang begitu membisingkan.
kemilau jalanan kota di siang hari,
lebih semarak saat malam hari dengan tebaran lampunya.
jalanan kota siang malam,
seperti parade tujuh belasan.
aspal yang bergelora.
aspal yang bergembira.
melihat geliat kota, lihatlah gelora aspal jalanan.
….
di sisi lain jalan yang tak pernah sepi;

trotoar yang sepi pengunjung.
kulitnya berwarna merah paving.
buram dan membosankan. ringkih tak terawat.
sesekali ia bongkang, tutup got yang rusak menyembul.
bau pengap merebak.
terkadang pedagang asong berumah tangga di sini.
satu pedagang datang, diikuti oleh pedagang lainnya.
ia beranak pinak di trotoar.
baliho baliho pun tumpah ruah di trotoar.
pejalan kaki tersingkir.
bagaimana meramaikan trotoar?
mengisinya dengan pejalan kaki?
perdu nan lebat?
pepohonan yang eksotis?
bisakah trotoar menyaingi kehidupan aspal jalanan kota?
….
panas nian siang tadi.
gowes dari studio ke jalan hayamwuruk.
makan siang dengan duik 30 rebu perak di kantong.
saya sadari,
cuma saya yang melaju dengan sepeda kumbang di siang itu.
beradu gegap gempita denga derungan mobil dan sepeda motor.
mungkin hanya saya yang gila di siang itu.

Popularity: 59% [?]