saya berjalan menuju kolam renang,
ada 5 kolam renang di hotel ini, satu diantaranya berupa “lagoon”.
dari lift sampai ke lokasi 5 kolam renang itu, lalu lalang tubuh bule ataupun lokal china.
bikini!.

barefoot, berjalan tanpa alas kaki, celana pendek dan handuk terlipat di bahu, saya melihat keramaian tubuh yang ada.
sekian type bikini dan sekian type tubuh, dari yang berumur 5 tahun, sweet seventeen, sampai yang sudah di tahap older.
dari yang finishingnya hammered, honed, flame sampai ke yang polished!
saya mengamati bahannya,
ada yang berwarna merah, merah terbakar sampai ke putih langsat sampai kelihatan urat uratnya.
ada yang sintal, lembek sampai berotot. menggiurkan!
saya ingat tubuh di rumah!
finishing finishing itu, -hanya membicarakan finishing, kumpulan finishing yang serupa itu, telah membentuk ruang.

karena saya telah tahu tentang “tubuh”, sesuatu yang “hidden” di bikini, bisa saya baca,
sesuatu yang hidden di CD, saya bisa baca. walau terbungkus rapi.
kalau telah “merasakan”, amat sangat gampang untuk “membaca”
amat sangat gampang untuk men-determine, men-judge
amat sangat gampang untuk menafsir “text” yang ada di dalamnya.

bandingkan kalau hanya belajar dari video,
ini ibarat para mahasiswa yang belajar hanya dari sekolah, membaca semua buku, menerima apa yang di kata.
‘rasa ruang’ bisa dilihat, tapi tak bisa dirasa secara langsung.
melihat “tubuh” hanya melalui pilem, pelajaran yang dipetik memang ada, tapi tak akan setajam kalau kita merasakannya secara langsung.
efeknya berbeda.
merangkai finishing finishing itu, tanpa tahu efek yang akan timbul, tiada arti yang di dapat.
saya duduk di jaqquzi, nampak sekian tubuh berbikini datang bergabung, menyatu dalam tubuh kolam.
saya rasakan ada kesalahan desain pada dudukan dimana nozzle berada.
dari sini akan terjadi modifikasi agar bisa nyaman untuk desain berikutnya.
mengamati tingkah laku tubuh itu berada dalam tubuh air, berharap bisa memperbaiki kekurangan yang ada.
ada dalam suatu ruang, suatu tubuh, musti selalu membawa 2 senjata utama untuk menentukan ruang atau tubuh ini “elok” atau ndak yaitu ada dan tidak ada kah sesuatu yang bisa di copy? kalau ada yang bisa di copy, musti ada hal yang bisa kita perbaiki menjadi satu tubuh yang lebih baik. kalau ada sesuatu yang ndak kita bisa jadikan eferensi, bagian tubuh itu musti bisa kita perbaiki menjadi “seharusnya bagaimana”.
kalau kita hanya bisa meng-copy, itu sama halnya kalau kita bersetubuh hanya mementingkan agar kita saja yang orgasme, tubuh lain gue pikirin!.
dan jangan harap ajakan untuk membawa kertas dan pencil bisa menjadikan satu satunya alat untuk membaca. itu artinya membaca bikini bikini tadi hanya dari arah depan saja.

hotel ini dirancang oleh local designer institut dari beijing, interiornya wilson associate singapore. dan menjadikan dirinya menjadi hotel bintang 5 ke dua setelah hotel gloria sanya. kita menyelesaikan hotel ini tepat saat SARS bangkit untuk yang kali pertama!

saat berjalan bersama 2 rekan saya menuju ke mandara spa yang berada di lantai dasar, masuk ke dalamnya, bau aroma spa begitu kental. pintu yang guedenya minta ampun membuat dorongan tubuh menekan agak berat. seberat pijatan mereka saat menarikan jari tangan di sekujur tubuh.
2 therapist menyambut dan saya bilang saya ingin melihat.
anak anak mulai action memotret setiap sudut.
sang therapist meng komplain, agar jangan mengambil gambar di setiap jengkal areanya.
saya bertanya, nih spa siapa yang mendisain, sambil kita bareng bareng masuk ke salah satu kamar treatmentnya. anak anak pada takjub dengan apa yang dia lihat sambil tersenyum saat saya bertanya siapa designer interiornya.
“..hmmm, sir, saya lupa namanya, tapi dia orang amerika, sebentar sir, saya bertanya ke rekan saya di reception dulu” ia meninggalkan kita tergopoh gopoh. anak anak pada tersenyum dan melihat semua detail.
saat therapist tadi kembali, dia menyebut nama.
saya cuman mengangguk angguk dan anak anak pada kembali tersenyum puas.
“boleh saya photo”, saya kembali bertanya walau saya tahu dia akan berkata tidak.
dia kembali menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. senyum lokal china.
saya mengeluarkan kartu nama, dan ia membacanya.
“..aduh, maap sir, saya tidak tahu, tapi memang aturan di spa ini tidak boleh ada yang memotret. tapi sekali lagi mohon maap karena saya tidak tahu anda. tapi kini, anda boleh memotretnya, silahkan”, dia agak malu.
anak anak tersenyum dan menjawab, “no problem lah”
anak anak mulai membaca tubuh spa mandara hotel ini, merasakan material kulit tubuhnya, menyentuh tiap kulitnya, menggerayangi sekujur “hidden” area, mereka menemukan dunianya!
sekali lagi, dua senjata itu saya pakai untuk membaca, walau desain ini datang dari dapur sendiri.
adakah sesuatu yang bisa di copy dan membuatnya menjadi hal baru? atau sesuatu yang ndak beres dan menjadikannya lebih baik?

“there is always something more powerfull to read te “box” with nuked and unite with it rather then we only doing those all thing without knowing what is it”

putu yang punya mahendra
sheraton sanya-hainan, china
21 agustus, 2006

Popularity: 4% [?]