sekian orang pada melesat membuat hari esok yang lebih baik dan baik.

sementara, saya masih tetap berkubang dengan lumpur.

campuran antara tanah, air dan kotoran babi!.

saya melihatnya sebagai susu.

terlalu yakin, terkadang membikin buta.

kata orang, mata sering menipu.

tapi saya tak pernah merasa mata ini menipu.
tak pernah merasa kuping ini menipu.
dua indera ini menempel sejak lahir, menemani sampai nanti mati.
bagaimana mungkin mereka ini menipu.
apalagi menipu tuannya sendiri.
tapi itulah kenyataan,
di bangkok saat pesta halloween berlangsung di suatu malam.
kamera saya tak pernah sedetikpun berhenti merekam susu perempuan yang sedang berlenggak-lenggok di depan sekian mata.
mereka menari tanpa busana.
saya menari dengan kamera dengan nafsu birahi babi.
saat kesibukan merekam dengan kamera itu, teman karib saya datang menghampiri.
“pssstt….putu, yang kamu potret itu bukan perempuan. dia laki laki. di bangkok, kamu musti hati hati melihat perempuan!”.

*

buruh pekerja datang meyakinkan saya.

saya tak yakin dengan apa yang saya lihat.

level di dek yang mereka buat sepertinya tak selevel dengan tanda pada patok kayu yang mereka buat juga.

saya pikir di patok kayu di mana saya duduk, kok berasa lebih rendah dengan dek yang ada di depan mata.

“air tak pernah bohong, pak putu”, kata buruh itu.

dia mengambil selang. dia pegang ujung satu. di ujung satunya lagi ada buruh lain.

mata saya melihat.

eh, bener.

ternyata mata bisa menipu.

saya ada di hari esok, mendisain sejak jaman purba untuk si buruh lakukan sekian tahun berikutnya.
tapi ntah kenapa saya merasa saya ada di belakang punggungnya dan dia ada di depan hidung saya.
ntah kenapa saya merasa berada jauh di belakangnya dan dia jauh ada di depan sana.
mungkin saya terlalu sibuk dengan lumpur, campuran antara tanah+air+kotoran babi. yang saya lihat nyata sebagai susu.
mata saya tertipu.
sering tertipu.
tapi dengan gagah berani saya bilang saya tak tertipu.
buruh yang makannya di pinggiran jalan penuh debu kiriman dari pantat truck, mengingatkan saya.
“mata bisa menipu”, katanya berkali-kali.
*
saya pandangi tubuh ini,
berlumuran lumpur.
campuran tanah+air dan kotoran babi.
bau menyengat tak berasa.
orang orang menghindar.
saya raup dan usapkan ke sekujur tubuh.
semerbak berasa.
lalat mendekat dan hinggap.
orang orang dekat kini meninggalkan dengan mengap-mengap.
pergi ke hari esok yang lebih baik.
saya sendirian.
di perempatan jalan, dengan lumpur.

Popularity: 1% [?]