saya kesal.

setiap kali meeting, gambar berubah terus.

saya kesal.

setiap kali meeting, selalu saja ada orang orang baru berbaur di meja meeting.

orang orang baru kemudian ikut memberikan komentar dan keinginan.

saya turuti.

saya kesal,

saat meeting kemudian, gambar berubah lagi.

ada orang baru lagi yang datang berbaur dan memberi komentar.

saya turuti.

gambar berubah lagi.

tapi,

untuk kesekian kali,

saya hadiri meeting.

dengan wajah gorila.

kuping saya jarit.

saya bilang, “kalian mustinya rapat antar sesama dulu.

suarakan hati, samakan pendapat.

belajar bernyanyi dengan nada yang sama.

jangan bikin saya terombang-ambing.

situasi seperti ini; ubah-mengubah gambar sudah biasa saya temui.

tapi ini sudah amat sangat keterlaluan.

saya yakin kalian tak ingin mempermainkan proyek ini?”.

titik.

saya tinggalkan mereka.

saya starter vespa.

melaju ke studio.

siang yang garang.

tanda seru.

*

sekian bulan tak ada khabar.

dengan perasaan berat, saya rubah gambar sesuai dengan suruhan terakhir.

walau berat, gambar saya kirim.

ke mereka yang selalu berubah.

seperti cuaca yang tak bisa dipegang.

seperti lalat yang sukar ditangkap dengan tangan.

ia bilang, “terima kasih”.

saya tak menjawabnya.

saya sibukkan diri dengan sepeda.

dengan vw.

dan vagina.

*

hari ini ada khabar menyesakkan.

“hello putu”, katanya.

“saya konfirm hari ini bahwa kita akan memakai gambar yg dulu”, katanya.

saya tanya, “maksudmu?”,

“iya, gambar yg dulu sebelum anda marah-marah itu”, ia menerangkan.

saya pergi ke dapur. berlari.

mengambil pisau.

saya tusuk ke bagian perut saya.

saya keluarkan setan yang bersembunyi di dalamnya.

tuhan tertawa terpingka-pingkal.

sambil mengirimkan “LIKE” nya.

Popularity: 2% [?]