aku bilang, aku terbang sesaat saja.
mencari rejeki di kota orang.
siapa tahu, nasib berpihak pada orang kecil seperti kita.
karena tuhan menyayangi nasib ciptaannya.
termasuk kita yang merana dijepit besi kehidupan di setiap gerak waktu.

kucukur kumis,
kata orang, tebal tipis kumis mempengaruhi besar kecil rejeki.
kucukur rambut di kepala,
kata primbon, besar kecil keberuntungan dipengaruhi oleh tebal tipis rambut di kepala.
kupilih warna baju,
kata orang suci, warna putih membuatmu dekat dengan rejeki.
aku ubah sifat,
kata buku, ramah tamah bikin banyak teman.
banyak teman banyak rejeki pula.
aku ubah mulut,
kata ibu, mulutmu harimaumu.
aku ubah bau kentut,
kata nenek, janganlah sering makan jengkol.

aku berdandan.
meninggalkanmu.
aku cium keningmu.
aku ingat sesuatu,
kusempatkan melihat anak anak yang masih menekuk tubuh terbalut dingin ruangan.
mimpi masih memabukkan mereka.
masa depan mereka rimba belantara yang tak tahu seperti apa rupanya.
anjing rumah menghampiri.
berpesan singkat.
saat kala tiba, cepatlah pulang.
karena engkau yang memberiku makan, katanya.
satu satu, mereka menyalamiku.
hening sepi terbata.

angin subuh menerbangkanku.
ke kota orang nun jauh di angan.
yang ku tak tahu buasnya seperti apa.
bekalku satu.
mimpi yang berwarna.

Popularity: 1% [?]