saya suka mendisain toilet.
tempat yang amat private.
tentang bagaimana saya musti kencing.
bagaimana saya musti duduk di lobang kakus.
apa yang saya sentuh untuk mengucurkan air.
bagaimana saya musti membasahi tubuh.
di mana ada lampu?
di mana ada bak sampahnya.?
baunya seperti apa?
material dindingnya dari apa?
seolah olah, saya dan orang orang musti menghabiskan waktunya di toilet.
bukan saja untuk mengeluarkan kotoran harian.
atau sekedar mengeluarkan air kencing.
beronani saat pasangan tak ada di rumah.
ataupun sekedar bercinta dengan khayalan di langit.
toilet, sedemikian rupa.
adalah bagian dari proses berhidupan dalam berarsitektur.
anda memakai toilet,
adalah menunjukkan anda masih hidup.
karena anda masih bisa kencing.
masih bisa mengeluarkan kentut dan kotoran harian.
apalagi sekedar menghibur diri dengan beronani!.
terkadang, saya merasa bahwa bertoilet adalah keadaan di mana manusia sang penggiat arsitektur,
menemukan “saat” yang begitu membuat ia lupa diri karena menemukan kenikmatan.
ia menemukan moodnya untuk melakukan apa yang ia suka.
bertoilet, keadaan di mana ia sibuk dengan apa yang ia lakukan dalam berkarya di keseharian.
berkarya, ntah dalam melukis.
ntah dalam berkesenian apapun termasuk keseharian seorang arsitek.
keadaan di mana ia menemukan “eureka”!.
kala matahari menjelma menjadi bulan.
kala ulat menjelma menjadi kupu kupu.
kala ia memulai hari.
dengan harapan.
dan juga impian baru.
….
kalau sampai saya berak di tempat tidur,
atau saya kencing di tempat tidur,
mengindikasikan bahwa saya sedang dalam keadaan tak beres!.
atau,
kalau saya menemukan seseorang masak di toilet,
menerima tamu di kakus,
tentunya ia dalam keadaan menderita sakit jiwa.
toilet menjadi sebuah tanda.
bersih ia, manusia manusia pemakainya adalah yang terawat dan terdidik.
jorok ia, tentunya mereka yang mempunyai toilet itu masih berjuang untuk bisa makan sekali sehari.
….
sebuah kota yang sedemikian kroditnya.
jalanan yang penuh lalu lalang,
sekeren apapun mobil yang melintas.
sebagus apapun pakaian yang mereka kenakan.
semeriah apapun acara di tipi.
kesibukan kota yang tak mengenal manusiawi.
kelakuan mereka pengguna ruang kota.
adalah sebuah tanda bahwa manusia manusia di dalam kota itu,
tak punya toilet di dalam rumahnya.
ia bisa berak, kencing dan mengeluarkan sperma di manapun mereka mau.
kotamu kah?

Popularity: 5% [?]