ada kertas menumpuk di depan mata.

sekian spidol, pensil, penggaris, skala, stabilo, sekian cat minyak dan sudah pasti; anak anak yang selalu berkunjung ke ruangan saya.

kepala saya bergeretak, berbunyi merdu dan nyaring; senut..senut..senut.

ini baru hari senin.

belum jumat.

tapi kepala sudah tak beres.

waktu menipis.

dan beban belum berkurang sedikitpun.

mungkin ada yang tak beres.

pagi pagi klien menilpun.

tentang proyeknya di ubud.

pagi pagi project manager menilpun,

tentang klien yang akan menilpun.

pagi pagi project manager lain menilpun tentang proyek lain.

membicarakan ukuran tipi.

membicarakan ukuran pipa,

tentang harga semen.
tentang harga kolam yang tak masuk akal.
tentang senjata.
ada teman nanya jadwal ke proyek ini.
ada email jatuh tentang jadwal penerbangan.
saya musti makan semuanya.
jantung saya menyatu dengan lobang pantat!.*

bunyi mesin memotong batu, di sebelah ruang kerja saya.
suaranya menyayat dahsyat.
seperti ujung silet memotong bola mata.
seperti cacian kurang ajar yang mengaum di depan telinga.
seperti perut tersayat karena lapar.
gila!.
sayatan suara itu membuat kepala saya semakin mendengung kencang.
hidup terkadang seperti lobang asbak,
menerima apapun yang datang.
datang tiba-tiba,
atau memang sudah kita rencanakan.
kepala kita memerlukan kelapangan luas,
agar segalanya itu bisa dikunyah enak dan dikeluarkan melalui lobang pantat dengan enak pula di esok pagi.
suara HP berbunyi,
dari nomor yang tak saya kenal.
saya angkat saja.
“selamat pagi pak putu, maap mengganggu kesibukan anda di pagi ini. saya dari bank……, mau menawarkan program cici”,
click!.
busyet!*

ini senin,
kepala saya sudah mulai bising.
“show me what you are doing on this week”, emailnya jatuh di senin siang ini.
aahh.

Popularity: 2% [?]