WATG, akhirnya kami tendang.

saya dan anak anak hanya memerlukan plus minus 24 jam untuk menggambar spa ini.
letaknya di vietnam.
sanur hanya kebagian untuk mendisain spanya.
bangkok kebagian yang lebih besar, hotel dan villanya.
bill memberikan order di hari jumat sore.
jumat malam, saya terima gambar kasarnya. sabtu musti kerja dan minggu subuh musti kelar dan dikirim.
di malam itu, saya berpikir. bisakah?

proyek ini, semestinya diarsitek-i oleh WATG, arsitek amrik.
saat terbang ke china beberapa waktu lalu bersama bill, ia menceritakan bahwa ia kurang sreg dengan gambar yang disodorkan oleh WATG untuk bangunannya.
dan ia menawarkan ke klien, “anda tak usah bayar saya untuk gambar buildingnya jika anda suka apa yang saya sodorkan nantinya, tapi terus terang, apa yang WATG sodorkan tak cocok dengan apa yang kita desain. tak cocok dengan culture vietnam”. begitu katanya.

jadi ingat dengan ini; beberapa bulan lalu, kami berada dalam satu job dengan WATG utnuk proyek di china.
mereka menggarap buildingnya, sanur mengarap kebunnya.
karena data wedding chapel yang mereka desain belum saya terima, maka terpaksa saya gambar wedding chapelnya agar site-section yang kita buat kelar dalam tampak.
dalam presentasi, klien menyukai wedding chapel yang kami sodorkan. ahhhhhh…….nasib!.

sabtu kemarin, anak anak mulai menggambar.
saya sodorkan “rong architecture”. dan, saya sodorkan arsitektur bambu.
kami masak dari pagi hingga pagi. vietnam adalah tamu tak diundang di week end kemarin. saya tahu anak anak telah letih dengan deadline yang bertubi tubi.
hingga di jam 4.30 pagi di hari minggu kemarin, saya tertidur di bangku panjang di ruang kerja saya.
dan terbangun, mendapati kantor sudah sepi.
kerjaan telah usai. gambar telah terkirim.

rong

hari ini,
bill menilpun.
“putu, we got it!, and we did kick WATG out!”.
saya tertawa.
kami tertawa.

“anda punya waktu dan ruang untuk memperbaiki bangunannya?”, bill bertanya.

“maksud anda?”, saya tak mengerti. “saya ingin anda handle semuanya. spa, hotel dan villanya. bangkok telah buat tapi hasilnya belum maksimal”, ia menjelaskan. saya jawab, “bolehlah….”.

sanur, type perancang yang buruk rupa; ndak senang dengan desain mereka, kita ganti dengan apa yang kita mau.

Popularity: 10% [?]