biasanya begini ini;
waktu terus berjalan,
tak pernah bisa saya hentikan geraknya.
sementara, saya musti menggambar.
mendisain.
memikir.
tapi,
yang saya ingin gambar,
yang saya ingin desain,
dan yang saya ingin pikir, lama sekali datang.
saya habiskan dengan bengong dulu.
browsing dulu.
ke playboy.
ke kaskus.
ke yahoo.
ke dunia maya lain yang berisi body bugil.
atau ke toko bagus,
lihat orang orang jualan vw.
anak anak tetap gambar.

menggambar sesuai dengan apa yang mereka pikir.

mereka sibuk sendiri, dan saya pun sibuk sendiri.

dan yang pasti, sebelum saya ON;
saya musti mengecek pekerjaan anak anak.
berdiskusi dengan mereka.
memperbaiki desain.
ngalor ngidul.
bercakap cakap dengan mereka.
juga,
membalas email.
mengirim email.
bertanya liwat email.
atau sekedar menulis email.
….
yang paling parah adalah,
saat saya sudah mulai ON,
saya ingin meninggalkan ruangan kerja saya.
ntah pulang ke rumah,
sambil saya gowes, saya berusahaa merekam apa apa yang mulai datang ke otak.
ntah saya ke mall,
sekedar cuci mata barang barang pajangan.
sambil saya melihat etalase toko, otak tetap berpikir untuk hal hal yang saya perlukan.
atau,
saya nonton pilem sendirian.

atau.

saya pergi ke warung.
sambil mulut mengunyah, biasanya ide ide datang begitu saja.
semakin tipis waktu yang ada, semakin jantung berdebar.
dan biasanya di detik detik akhir, ide muncul begitu saja.
artinya,
tak peduli esok atau dua hari lagi musti terbang,
ide datang tak mau tahu dengan jadwal.
dan, sering kali terjadi,

saya merevisi semua gambar yang sudah berjalan banyak oleh anak anak.

karena ada ide ide baru datang untuk membuatnya lebih menyala.

yang kemudian menjadi masalah besar adalah MAN POWER,
anak anak yang merealisasikan ke gambar.
anak anak yang merevisi gambar gambar yang sudah berjalan itu.

“kapan ngumpul pak putu?”, anak anak bertanya.
“besok!”, saya jawab.
“HUH…..?????”, mereka shock.
sambil menutup mata, saya ngacir.

Popularity: 6% [?]