saya akhirnya membuka FB lagi.
lama sudah tak mengangkatnya ke permukaan.
kangen dengan anak anak sepeda.
biasanya mereka muncul di milis sepeda.
namun, milis sepeda di mana saya nempel, sepi bak kuburan keramat sudah beberapa bulan ini.
di FB, kemudian saya menuliskan komentar terhadap apa yang mereka lakukan.
lambat laun, mereka mereply.
nikmat terasa.
walau jujur saja, saya tak suka di dunia perFBan.
setelah menulis beberapa komentar,
saya tertidur lagi. diam seribu bahasa.
tanpa menon-aktif-kan FB saya, yang selama ini selalu saya lakukan.
….
selang beberapa hari saya hidup di FB,
ada yang memasukkan saya di group diskusi desain.
tiba tiba saja, beberapa saat menerima postingan mereka mereka yang berada di dalam group itu.
terus terang, saya benci beginian.
terus terang, saya jarang gaul di diskotik.
terus terang, saya sudah memutuskan untuk menjauhi dunia beginian.
walau sesekali saya muncul di permukaan milis milis diskusi tentang arsitektur,
terus terang, saya membenci diri saya saat saya memposting kalimat.
ini membuat saya menderita sakit badani nomor 17; mata merah akut!
hidup saya sudah full oleh desain.
minim kehidupan di luar desain.
kalau selama setengah hari pikiran saya dibebali oleh desain dan desain,
keadaan seperti ini, seringkali membuat saya merasa terkukung.
seringkali saya merasa bahwa saya tak punya kehidupan lain.
saya mencintai desain.
saya mencintai arsitektur.
cara saya untuk mencintainya adalah dengan menjauhinya beberapa saat,
kapanpun ada waktu.
bukan karena saya tak mau berbagi.
ataupun menempatkan diri di daerah exlusive.
tidak.
….
usaha saya untuk menolong diri saya,
adalah memproteksi waktu saya.
memproteksi pikiran saya.
memproteksi kata kata yang keluar dari mulut saya.
menemboki tingkah laku,
berbuat kapan musti berbuat.
berpikir, kapan musti berpikir.
tahu kapan saatnya untuk kentut!.
saya ingin menikmati dunia lain, di luar masalah desain.
agar saya semakin peka terhadap apa itu desain.
peka terhadap apa itu arsitektur.
dengan menggalinya dari arah yang berbeda.
terdengar lucu atau aneh?,
tak masalah.
terkadang pilihan hidup dianggap gila bagi orang lain.
so what?
….
semua orang tahu,
mata uang koin begitu cakap berbicara.
bergerinting saat jatuh.
suaranya nyaring dibawa angin berhembus membentur telinga.
mata uang kertas, hanya terdiam menghempas angin saat jatuh ke lantai.
semakin bernilai seseorang, tak banyak omong dan rendah diri.
itu kata pepatah papua!.
saya ingin ke situ.
mungkin bisa.
mungkin tidak.
hati yang bicara.
waktu yang menghantar.
….
beginilah nasib kalau masuk ke ruang publik, FB.
sekali masuk, ntah apapun yang kita rasa,
kita dengar.
kita baca.
itulah kenyataan.
suka atau tak suka.
lumat saja.
atau tinggal didelete saja.
atau diamkan saja.
biarkan angin menggoyang rumput.
sekelumit tersirat dari senandung lagu.
saya lupa akan hukum rimba kalau ada di ruang publik.
sekali kamu di situ, enak atau eneg, nikmatilah!

Popularity: 6% [?]