Rock Alternatives Category

Posted on 8 Oct 2017 In: Rock Alternatives

sudah ada. sudah ada timbangan..

keberadaan printer segede gajah di sebuah studio, mungkin lumrah. begitu juga hal yang sangat biasa dan sangatlah lumrah kalau studio arsitek berhiaskan segala rupa maket dan benda seni. semalam pas midnait. saya bergegas memasuki airport ngurah rai. menuju konter hongkong airline. check in, menuju hongkong. ada 2 koper besar membuntuti. sebuah troli didorong oleh porter […]

Posted on 8 Oct 2017 In: Rock Alternatives

di sini, ada hanya sepi

saya, pandangi lautan depan restaurant. beberapa kapal melayang di atas air. beberapa lalu lalang. beberapa bangunan menjulang melayang di atas air. beberapa dikonstruksi menjulang. hongkong, siang tadi. saya, pandangi sepiring makanan. piring keramik putih, dengan segala daging dan kue. segelas air di sampingnya. segelas jus wortel juga di sampingnya. seabreg orang berdesakan di restaurant. berbicara, […]

Posted on 28 May 2015 In: Rock Alternatives

plis deh

mulutku bau bangkai. wajahku lebih seram dari anjing. tubuhku kumal. kemaluanku borok. tapi, ada seseorang yang datang kehadapanku dan berkata, “saya mau jadi boss, seperti pak putu. sukses”. dia gagah. wajahnya penuh semangat saat berkata demikian. aku terkekeh, dalam hati. wajahku menunduk. malu, sambil berpikir keras, “nih orang tahu apa tentang diriku?”. beberapa hari lalu, […]

Posted on 18 Jan 2010 In: Rock Alternatives

maserati (part#2)

di malam yang begitu dingin di kota beijing, saya teringat kejadian di jakarta beberapa tahun lalu; kami tertawa terbahak bahak saat menyadari betapa kejadian dalam sehari itu penuh warna dan level hidup. di jakarta, saat jalanan sorenya yang penuh dengan kendaraan berburu pulang, saya berada dalam sebuah taxi bersama bill. ia memandangi dunia luar yang […]

Posted on 4 Nov 2009 In: Rock Alternatives

si suami istri itu

ntahlah, selagi kepala mumet, selalu saja ada kejadian yang membuat saya tersenyum. bahkan mungkin, terpingkal pingkal. ada saja yang menghibur saya, bahwa dalam kepenatan pikiran, solusinya cuman satu; tersenyumlah!. di suatu siang saat saya keluar dari rumah seng saya, hendak pulang ke rumah. ada sepasang suami istri, dengan kendaraan honda supranya menyambangi rumah. mereka berhenti […]

Posted on 20 Sep 2009 In: Rock Alternatives

business baru neh?

di singapore; banyak sekali aturan main bermain desain. jarak antar tetangga, level eksisting, railing untuk tangga lebih dari 5 anak tangga, ketinggian pergola, setback, loose material, besar floor drain, ketinggian tembok pagar, masang batu, masang tile, semua ada aturan mainnya. dan orang orangnya manthap. di indonesia, saya dengar akan bergerak ke arah ini? dan orang […]

Posted on 11 Sep 2009 In: Rock Alternatives

penis saya

singapore di pagi hari ; kemaluan saya, atau bahasa kerennya, penis saya, mengajari saya akan satu hal. saat ukuran XS, masih juga berfungsi. saat ukuran XXL, apalagi! tapi saat kecil XS ataupun saat ia besar di keadaan ereksi XXL, ukurannya tak pernah melebihi ukuran tubuh saya sendiri. tunduk. berjalan menyusuri kota beijing hingga di kelebatan […]

Posted on 11 Sep 2009 In: Rock Alternatives

beijing’s bike

beberapa bulan lalu saat ada pergantian pengurus bike to work daerah bali, mereka bermimpi, suatu saat nanti ada car free day di bali, setidaknya di kota denpasar di mana komunitas ini berkembang. dan sejak 16 agustus lalu, car free day resmi diberlakukan atas jerih upaya komunitas pesepeda seluruh denpasar melobby mereka yang ada di pemerintahan. […]

Posted on 11 Sep 2009 In: Rock Alternatives

beijing yesterday!

terima kasih buat semua arsitek muda sanur akan kerja kerasnya selama tiga minggu ke belakang. tiada tidur tiada pertemanan. MGM sanya-hainan berlalu dengan sukses seperti biasanya, walau memerlukan beberapa revisi seperti biasanya juga. fee design terbayar hari ini dan klien tersenyum puas mengambil gambar yang kita tahan kemarin saat presentasi. no money no drawings!. on […]

Posted on 11 Sep 2009 In: Rock Alternatives

beijing today!

siang tadi saya menilpun bapak saya, “halo, men kenken ditu (halo, gimana di sana) ?”, rambut saya berterbangan ke sana ke mari. angin cukup kencang. orang orang berlalu lalang. “dije ne tu? (di mana ini tu)”, bapak menjawab di kejauhan. “di tembok china”, saya menjawabnya. “beh, adi uyut keto ditu (buih, kok ribut gituh di […]