Arsitektur Tulis Category

Posted on 22 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

malu dipanggil “jro”

kadang, saya malu dipanggil jro. terlalu tinggi, menurut saya. di satu sisi, saya belum bisa apa-apa. baru bisa meraba-raba. apalagi lawan bicara membalas omongan saya dengan tutur kata yang lebih halus. jadi kikuk. nabe saya di singaraja, menyuruh saya untuk segera mewinten ke tingkatan yang lebih tinggi. jro mangku gede. dengan “pangkat” yang sekarang saja, […]

Posted on 6 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

wow!

gambar sudah di level CD. construction drawings. beratnya bukan 50%. bukan juga di 75%. tetapi sudah 100% CD. untuk paket interior dan arsitektur. gambar itu juga sudah disebar ke kontraktor, untuk ditenderkan. piling sudah selesai. beberapa minggu lalu, datang telegram dari sebarang, isinya bikin sesak. fasade dan interiornya dirubah. wow!. * saya termangu. lama terdiam. […]

Posted on 5 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

mungkin saya sedang sial,

mungkin saya spesial. punya muka tebal menghabiskan waktu di satu studio sejak dilahirkan hingga mati nanti. menjadi jongos pekerja, digaji oleh seseorang, dibentak dan dipakai tameng. memakai topeng berpura pura bahagia, tertawa yang semestinya menangis. bekerja yang semestinya ada di odalan pura. terbang menjelajah rupiah yang semestinya bermain dengan anak. bahagia saya, mungkin dicap kualitas […]

Posted on 4 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

tuhan tak menjawab

saya memikirkan seseorang. melihat ia akan datang ke depan hidung saya. mata saya menerawang, melihat kebun di luar sana. tiga menit setelah saya berpikir seperti itu, orang yang saya pikirkan itu telah berada di depan hidung saya. “pak, gambarnya mana?”. busyet!. ** seseorang ibu muda sedang menata kursi dan meja makan di sebuah warung di […]

Posted on 4 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

kalau sudah menthok,

kalau sudah menthok, dan klien sudah tak bisa digeser keputusannya, serta ia yang saya ajak kerja di seberang sana juga mengikuti apa yang klien mau, maka, saatnya bagi saya untuk tiduran dulu. tak mengikuti perkembangan proyek itu. menjauh. biarlah anak anak dan kapten proyek yang mengendalikannya. saya membasahi diri dengan air. biar adem. melihat lihat […]

Posted on 3 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

ini setelah meeting bubar;

ini setelah meeting bubar: seorang teman bertanya. “kenal si A?”, katanya. “siapa dia?”, saya balik bertanya. dia menjelaskan. saya hanya tersenyum doang sambil menggeleng. “saya tak punya teman selain teman teman di kantor”, saya berkata. “dan juga dia”, saya merangkul seseorang di sebelah saya. dia kontraktor kecil proyek yang akan kita bangun. yang saya rangkul, […]

Posted on 3 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

terkadang,

 “saya sukanya di belakang layar”, saya bilang itu kepada tuhan. dia tersenyum. “anda yang selalu musti ada di panggung. di layar itu. bukan saya”, saya berkata lagi. tuhan tersenyum. ia tak berkata apa apa saat kami berjalan di sebuah proyek. hanya senyum. saya sudah mengalami banyak hal. ke meeting dengan maserati, memecah heningnya jalanan kota. […]

Posted on 3 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

tungguLAH.

“jangan memutuskan sesuatu saat kamu galau”, saya menyarankan kepada seekor lebah!. ia terbang ke sana ke mari. hinggap, dan terbang lagi. hinggap dan terbang lagi. hinggap dan terbang lagi. hinggap dan terbang lagi. terbang. hinggap lagi. “kalau engkau lakukan, mungkin akibatnya akan juga parah”, saya melanjutkan. ia terbang. ke sana ke mari. seperti panas yang […]

Posted on 3 Apr 2015 In: Arsitektur Tulis

bisa!

ada email dari seberang. di malam kalut, saya buka dan baca. isinya tentang desain kita di salah satu hotel di bali. dari seberang bertanya, “sudah pernah lihat ini?”. desain saya yang untuk sekian kalinya diungkap di sebuah majalah. majalah apa?, saya juga tak mau tahu. saya jawab sekenanya saja. “belum. saya sudah lama tak pernah […]

Posted on 9 May 2013 In: Arsitektur Tulis

bahwa..

ingat desa julah, pikiran saya menjadi parah. lebih parah ketimbang membusuknya daging manusia yang tanpa darah. saya datang dengan berbekal mulut dan harapan. sementara, ada orang yang datang ke desa itu dengan membawa angin perubahan dan 7 truk lembaran seratus ribuan yang masih kenceng!. anda pilih mana? ….. manusia lebih memilih selembar uang dari pada […]