Arsitektur Tulis Category

Posted on 1 Jun 2016 In: Arsitektur Tulis

lamaran

sudah banyak bingit saya lempar kertas surat lamaran. dari lamaran KP sampai kerjaan. berasa terbakar kepala saya kalau saya lempar. anak-anak muda enerjik nan baru lulus. saya ndak bisa terima mereka, walau sekedar untuk KP. apalagi untuk bekerja bergabung. kursi habis. mau saya suruh duduk dan bekerja di kebun? duduk di dalam ruangan saya sudah […]

Posted on 1 Jun 2016 In: Arsitektur Tulis

jro

dipanggil jero itu, memberi beban berat. ndak dipakai, kok berasa salah. dipakai, kok nambah beban. ndak digubris, kok ancur nanti. bukannya takut ancur, tapi orang kok sudah tahu akan ancur kok dituju biar ancur. taunya cumak kerjaan gambar-mengambar. kalau bisanya melebihi dari itu, terus terang itu bukan saya lagi yang bermain. pinginnya biasa saja. mungkin […]

Posted on 24 May 2016 In: Arsitektur Tulis

menuju rerindangan

menuju keliki, saya merambat pelan. hanya 30km. sekian kendaraan meyalip. saya biarkan. angin menderu dan mendahului. saya biarkan. doa-doa terdengar dari bibir terkatup, saya biarkan. uang-uang melaju berpindah dari tangan ke tangan, saya biarkan. tawa anak-anak sekolah bederai-derai mendahului laju vw, ya sudah saja. di tanah keliki, saya bersyukur sangat. hingga saat ini jumlah terbesar […]

Posted on 24 May 2016 In: Arsitektur Tulis

di dubai

di dubai, selain tentang gigi matahari yang begitu runcing dan kering. saya belajar banyak, tentang satu hal. kalau kontraktor salah, saya musti mengalah. kalau saya yang salah, saya musti TETAP mengalah. ada saatnya arsitektur yang dilahirkan begitu sarat akan pelajaran ke dalam diri.

Posted on 24 May 2016 In: Arsitektur Tulis

mereka

ingin memfokuskan, titik api pada tempat lain. tak memamerkan sosok, tak memamerkan isi dalaman, atau tentang ruang luar. tapi pada anak-anak yang telah bekerja siang malam. membantu saya hingga ke tepian, di mana ombak pecah di bibir bumi. meninggalkan jejak dari garis temu langit dan bumi. perjuangan dari awal hingga akhir. bersama-sama mereka. saatnya telah […]

Posted on 24 May 2016 In: Arsitektur Tulis

ia

di subuh tiba, aku mengingatmu. sambil mengirim tanya. saat raga tiada harga, kemana pergi ia. engkau jawab, “tak jauh”.

Posted on 19 Aug 2015 In: Arsitektur Tulis

seperti angin

barusan saja bertemu dengan teman lama. ia menungangi motor. membonceng anak perempuannya yang masih mungil. kami berpapasan. ia membawa bungkusan gede ditaruh di atas tangki motor hondanya. wajahnya penuh suka dan harinya penuh warna. kami saling menyapa sebentar. dan kemudian berlalu. ke tujuan masing masing. seperti angin. * saya buka fb. sekian berita menumpuk. seperti […]

Posted on 18 Aug 2015 In: Arsitektur Tulis

kamu mengerti kan?

hidup dalam keseharian itu, mas dan mbak, bukan diukur dengan seberapa banyak rupiah yang anda dapatkan. seberapa banyak benda dan material lainnya yang mas dan mbak dapatkan di setiap detik yang liwat saban harinya. hidup bahagia itu, mas dan mbak, diukur seberapa suka dan cinta yang kita keluarkan untuk mengerjakan apa yang mas dan mbak […]

Posted on 12 Aug 2015 In: Arsitektur Tulis

“like”

saya kesal. setiap kali meeting, gambar berubah terus. saya kesal. setiap kali meeting, selalu saja ada orang orang baru berbaur di meja meeting. orang orang baru kemudian ikut memberikan komentar dan keinginan. saya turuti. saya kesal, saat meeting kemudian, gambar berubah lagi. ada orang baru lagi yang datang berbaur dan memberi komentar. saya turuti. gambar […]

Posted on 12 Aug 2015 In: Arsitektur Tulis

karena bibir bisa salah

“i feel that i m nothing”, katanya di siang hari. kami bertemu di cabang-cabang pohon ancak. duduk di sela-sela cabang yang kokoh. saya memanjatnya dari pohon ke pohon. ia memanjatnya dari bawah pohon di mana kami bertemu. burung tekukur berterbangan. merasa diganggu. hinggap kemudian di tepian pasir pantai. awan menepi ke samping, tak bergumpal. sinar […]