Arsitektur Tulis Category

Posted on 4 Nov 2016 In: Arsitektur Tulis

jadi begini..

aku bepergian ke sana ke mari. jarang aku ungkap. aku mengerjakan hal-hal kecil sampai ke hal-hal raksasa. jarang aku ungkap. aku bermasalah dengan tuhanku, jarang aku ungkap. aku diberi rejeki oleh tuhanku. jarang aku ungkap. aku bertemu dengan orang-orang besar, tak aku ungkap. aku perih. aku sakit. aku jatuh dan terpuruk, tak ada yang aku […]

Posted on 1 Nov 2016 In: Arsitektur Tulis

rejeki

sejak dulu, rejeki sering nongol dalam bait bait doa. komat kamit doa. dalam hening malam. pada megah ruangan tempat suci. dan pada sanubari. baik sanubari seorang lonte, sanubari pekerja harian, dagang bakso, artis, boss, jongos hingga orang suci. ia selalu nampak. selalu diucap. seperti sayur tanpa garam. doa belum selesai diucap tanpa kata rejeki. ntah […]

Posted on 1 Nov 2016 In: Arsitektur Tulis

bepergian

tasku. berwarna biru tua. sudah 2 kali masuk bengkel louis vuitton. harga perbaikannya membuat leher tercekik sesaat. saat kubeli, bisa buat DP rumah. ya, begitulah. kaca mataku, warna hitam. kadang gold. merek prada. ya, prada. terkadang pramugara pramugari kepincut dg bentuknya yang bulat kayak dada perempuan. sepatuku mungil. telapak kakiku seperti kaki bayi. harganya ratusan […]

Posted on 1 Nov 2016 In: Arsitektur Tulis

kata orang

aku bilang, aku terbang sesaat saja. mencari rejeki di kota orang. siapa tahu, nasib berpihak pada orang kecil seperti kita. karena tuhan menyayangi nasib ciptaannya. termasuk kita yang merana dijepit besi kehidupan di setiap gerak waktu. kucukur kumis, kata orang, tebal tipis kumis mempengaruhi besar kecil rejeki. kucukur rambut di kepala, kata primbon, besar kecil […]

Posted on 1 Nov 2016 In: Arsitektur Tulis

di tujuh purnama

subuh pagi aku mencarimu. saat matahari masih buta tak mampu berpendar. mengelilingi kota yang masih senyap. embun subuh membasahi dinding kota. suara dengkur penghuninya memekakkan sanubari. dewa dewi di atas sana sedang bermalas malasan. aku sibuk mencarimu. dalam kepalan gelap berselimut kabut pagi. berharap nasib berubah seketika di itu subuh. pekerjaanku yang tebal menumpuk, tak […]

Posted on 31 Oct 2016 In: Arsitektur Tulis

malam gelap. hening. lampu kota melawan arus. mobil mobil hilir mudik. aspal jalanan yang basah kuyup. awan yang melepas lelah setelah menurunkan hujan. aku di balik kaca. dalam sebuah sangkar. memandangi alam di luar sana. melirik waktu yang sudah liwat; dari pesawat ke pesawat, makan di tiap kafe kafe kecil di bandara. melihat lalu lalang […]

Posted on 4 Jul 2016 In: Arsitektur Tulis

nasib asa

angin berkunjung. membawa berita. tentang sunyi yang mendekap raga. tentang noda yang membakar rindu. tentang angan-angan yang berada di antrean nomor sepatu. aku google nama “tuhan”. tak ada yang tahu alamatNya yang pasti. kepada siapa musti bertanya. tentang angin yang berkunjung, di tepi waktu menuju senja. yang membawa berita meluluhlantakkan asa. nasib asa, jungkir-balik ditiup […]

Posted on 4 Jul 2016 In: Arsitektur Tulis

ya tuhan…

anak saya, bhumi. di tahun lalu, dia mewakili bali untuk lomba seni pantomim di tingkat nasional. bhumi, bahagia banget. walau kemudian dia kalah. tapi senyum dia bersama pasangan pantomimnya tetap lebar. dadanya tetap busung. provinsi bali, memberi apresiasi yang tak terhingga. sekolah dan guru-gurunya berada di tingkat kebahagiaan tertinggi melihat anak didiknya. saya bergetar hati. […]

Posted on 1 Jun 2016 In: Arsitektur Tulis

lamaran

sudah banyak bingit saya lempar kertas surat lamaran. dari lamaran KP sampai kerjaan. berasa terbakar kepala saya kalau saya lempar. anak-anak muda enerjik nan baru lulus. saya ndak bisa terima mereka, walau sekedar untuk KP. apalagi untuk bekerja bergabung. kursi habis. mau saya suruh duduk dan bekerja di kebun? duduk di dalam ruangan saya sudah […]

Posted on 1 Jun 2016 In: Arsitektur Tulis

jro

dipanggil jero itu, memberi beban berat. ndak dipakai, kok berasa salah. dipakai, kok nambah beban. ndak digubris, kok ancur nanti. bukannya takut ancur, tapi orang kok sudah tahu akan ancur kok dituju biar ancur. taunya cumak kerjaan gambar-mengambar. kalau bisanya melebihi dari itu, terus terang itu bukan saya lagi yang bermain. pinginnya biasa saja. mungkin […]