di guangzhou suatu siang;

“saya belum pernah melihat kalian bertiga jalan bareng atau mempresentasikan sebuah proyek barengan”, seorang teman berkata.
saya menatapnya.
pepohonan telah banyak terpasang di proyek.
deru debu terbang ke sana ke mari.
peluh peluh tukang diterpa sengat matahari kota.
“sering”, saya menjawab. “cumak kebetulan anda tak melihatnya. atau yang kita presentasikan bukan proyek anda”, saya melanjutkan lagi.
dia mangut-mangut.
saya tersenyum.
siang semakin memuncak.
kesibukan di proyek semakin merajalela.
kejar tanyang.
saya menyebrang hingga ke negeri ini oleh sebuah pekerjaan.
lainnya tak ada. atau kekuatan otak saya tak bisa menelusuri alasan lainnya.
di bangkok suatu siang;
kami duduk bertiga.
masing masing sudah berhadapan dengan makanan buat makan siang.
bill dan brian dengan sepiring sayuran doang.
saya, seperti kebanyakan manusia indonesia, semangkok mie ayam.
ada satu piring daging ayam bakar di atas meja.
sepiring buah anggur.
dan masing masing segelas air dengan tumpukan esnya.
sisanya, di atas meja teronggok beberapa kain yang dibeli di srilanka. ntah buat proyek apa.
di meja lainnya, tumpukan gambar interior dan lanskap yang akan dipresentasikan setelah makan siang.
klien belum datang.
mungkin terjebak macetnya kota bangkok.
kami bertiga, membicarakan tragedi las vegas. penembakan manusia oleh manusia.
membicarakan jadwal, pekerjaan dan hal hal menarik lainnya.
ntah apa yang membuat saya duduk dengan orang orang hebat ini.
bukan di negeri sendiri.
tapi di negeri orang.
kami beretiga bukan asli manusia thailand.
tapi siang ini kami bertiga duduk membicarakan masalah masalah menarik di thailand.
walau hanya sekejap.
tapi setidaknhya memori saya berkelana ke antah berantah.
arsitektur, tempat saya bermukim dan beranak pinak,
menjadikan ladang pertemuan dengan orang orang yang punya kemungkinan besar pernah juga bertatap muka dengan saya di kehidupan lain di dulu sekali.
atau ini hanya imajinasi dan khayalan doang?
ntah.

Popularity: 1% [?]