tasku.
berwarna biru tua.
sudah 2 kali masuk bengkel louis vuitton.
harga perbaikannya membuat leher tercekik sesaat.
saat kubeli, bisa buat DP rumah.
ya, begitulah.
kaca mataku, warna hitam. kadang gold.
merek prada.
ya, prada.
terkadang pramugara pramugari kepincut dg bentuknya yang bulat kayak dada perempuan.
sepatuku mungil.
telapak kakiku seperti kaki bayi.
harganya ratusan ribu.
kata bossku, kamu pasionabel banget memilih sepatu kayak gitu.
kaos kakiku, beberapa ratus ribu. isi lima. setiap beli.
kotak simpan kaos kaki kini penuh.
warna warni agar hidup seperti pelangi.
celana dalamku pula.
laki laki seperti saya ndak mementingkan banyak waktu untuk pilah pilih celana dalam.
ratusan ribu isi lima atau tiga.
warna warni seperti permen.
celana jean.
bisa sebulan lama menemani lobang pantat.
levis 501, harganya brutal dijajaran celana sejenis.
yang mengasyikan malah koas yang hampir selalu aku pakai.
merek swan, putih tipis.
harganya 20 rebu sebiji. ada 20 biji.
saking seringnya aku pakai,
di sebuah meeting, ada dua lobang kecil di dada.
ya, begitulah.
mahal murah.
atas bawah.
selalu menemani bepergian.

sampai suatu titik saat bepergian pulang nanti.

saya hanya bawa 2 hal.

satu. mantra dan doa dari keluarga. yang bermakna “hati-hati di jalan, semoga sampai selamat di tujuan”.

dua, karma. ini yang menentukan saya nanti bisa lahir kembali jadi manusia bijak, atau manusia bejat, atau jadi anjing, atau jadi jamur.

Popularity: 1% [?]