siang tadi saya menilpun bapak saya,
“halo, men kenken ditu (halo, gimana di sana) ?”, rambut saya berterbangan ke sana ke mari. angin cukup kencang. orang orang berlalu lalang.
“dije ne tu? (di mana ini tu)”, bapak menjawab di kejauhan.
“di tembok china”, saya menjawabnya.
“beh, adi uyut keto ditu (buih, kok ribut gituh di sana)?”,
“nak liu ane mai, mekalukan gati (banyak yang di sini berdatangan, berdesakan ramai sekali di sini)”, saya jawab lagi.
“maman komang nu di rumah sakit (paman komang masih di rumah sakit)”, bapak melanjutkan lagi. “tanggal tujuh belas bapak kontrol buin (tanggal 17 bapak kontrol ke denpasar lagi)”,
“nah (ya)”, saya menjawabnya.
angin masih berdesakan kencang meniup rambut. manusia manusia berjubel. memotret alam dan diri serta kerabat.
saya di tembok china, bapak saya di singaraja, bali.
kami terhubung oleh teknologi.
IMG00147-20090911-1059-2
sejak kemarin, paman saya-adik bapak, masuk bengkel lagi. sakitnya sama dengan bapak saya. bedanya, bapak saya telah menikmati sakit ini sejak 4-5 tahun lalu. sedang paman saya baru menikmati sakitnya sejak 3 minggu lalu.
3 minggu lalu, ia masuk bilik rumah sakit. badannya merosot jauh tambah kurus, dari kaca mata saya.
ibu saya memberi wejangan musti bagaimana menghadapi sakit begitu, maklum, pengalaman dengan si bapak di rumah.

berkeliling beijing hingga mendarat di tembok china, hari ini memberikan banyak arti hidup.
bahwa kekurangan selalu datang dengan kelebihan, sebaliknya, kelebihan selalu datang dengan kekurangan. kita nampak amat sangat kecil jika dibanding dengan kebesaran alam.

saat mendarat lagi di kamar hotel, saya download semua photo.
bapak mengirim sms, “maman komange ba kritis. sube sing kingetan bane nyen. barengin mendoakan apang masa kritisne bisa dilalui (paman komang ada di keadaan kritis. sudah tak ingat siapa siapa. bareng bareng mendoakan agar ia melalui masa kritisnya)”.

saya jawab, “nyanan peteng balik ke bali, sabtu siang nengked, kal ke beleleng (nanti malam akan balik, sabtu siang sudah nyampai di bali trus akan ke beleleng)”. saya rubah jadwal kedatangan ke bali.

makanan siang saya datang; nasi goreng satay, jus jeruk, lumpia vietnam dan jus mangga.
saya lahap habis, maklum sejak di tembok china tadi, perut telah bernyanyi.

kembali ke mac saya, melihat lihat photo photo tadi pagi hingga ke siang saat berada di CCTV beijing, suara tilpun di samping macbook Pro berdering nyaring, bapak menilpun sambil menangis deras, “maman komange be ngalahin (paman komang sudah berpulang)”.
klik. tilpun mati.

saya kaku.

Popularity: 3% [?]