20101010-20101010-_DSC1535ada banyak kata orang;
kalau kamu sudah berada di zone aman dan nyaman, loncatlah!.

kalimat sakti yang banyak pengikut,
ibarat trend arsitektur yang lagi banyak dicari sehingga kalau kita ikut trend itu, niscaya duit akan banyak juga mengalir ke kantong kita.
tepuk tangan masyarakat banyak akan tertuju ke hidung kita.
jabat tangan teman dan sahabat akan datang bertubi-tubi sambil berujar, “welcome to the club dude!”.

terbanglah.
lihatlah kerlap kerlip lampu di malam hari, lampu lampu itu selalu berada dekat dengan jalan raya.
selalu dekat dengan di mana keramaian berada.
ia tak pernah menjauh. selalu menempel. bergandeng tangan. seperti sodara sekandung satu darah. mungkin ibarat kembar siam saja, lebih cocok terasa.
kalaupun ada kerlap kerlip lampu yang berada nun jauh dari jalan raya, si pusat keramaian itu sendiri, lampu itu tentunya lampu gila!.
kerlap kerlip yang tak tahu diri.

ada banyak kata orang;
menjadi berbeda dengan apa kata orang yakini, sering dianggap gila
kalaupun meloncat untuk berusaha selamat dari derita yang timbul karena akibat dari keberbedaan pilihan yang kita ambil, satu kata akan pasti muncul dari mulut orang adalah, “anda sudah telat!”.
keberbedaan itu sebuah anugrah.
menjadi apa yang kita yakini boleh dan tak boleh, bukan karena kita mengikuti sebuah trend pendapat orang.
tapi lebih karena kita mengikuti kata hati.
jangan mendompleng sebuah trend.

berjalan kakilah menikmati jalanan kota.
simpan kendaraan anda.
taruh dompet anda di laci.
dua handphone bermerek yang selalu kita genggam, tak berfungsikan barang sejenak.
nikmati kesederhanaan dan keterbatasan sesaat waktu,
menonton keberagaman kehidupan di sepanjang jalan yang kita lalui.
memandangi langit yang nun jauh di sana,
menghirup udara yang tercemar berak babi di pemukiman.
membasuh teretesan air busuk yang menyiram muka kita saat manusia lain meludah sambil menginjak gas mobil.
bersyukurlah dengan apa yang kita dapat.
ntah di keadaan bahagia,
dan nestapa sekalipun.

ada banyak kata orang;
bahwa saya sudah berada pada zone aman dan nyaman.
sudah barang tentu, saya mustinya telah meloncat jauh dan berteriak lantang, “merdekaaa!”.
meninggalkan tanah di mana saya diami sekian ribu hari lama.

hati saya berkata lain.
dia teman dan sahabat saya sejak saya lahir.
saya percaya dengannya saat hati saya berkata, “bahwa barometer hidup aman dan nyaman bukan terletak di lidah orang”.
saya melakukan segala hal yang saya sukai. tak akan melakukan segala hal yang tak saya sukai.

it is work, trust me!

Popularity: 2% [?]