istri saya meng-sms;
“nanthik malem keluar ndak?”.
saya tak menjawabnya.
saya musti mengirim email artwork untuk proyek di luar sana.
tilpun dari bangkok, kemarin hari, membuat saya terjaga.
“putu, apa khabar, dan selamat siang”, katanya.
“selamat siang. saya baik baik saja”.
“bagaimana dengan artwork yang dipesen brian?, katanya anda sudah meeting dengan brian dan berkenan mengerjakan?”, katanya lagi.
saya baru terjaga.
terjaga akan tugas yang diberikan beberapa minggu lalu.
kertas gambarnya tertumpuk di bagian bawah tumpukan tumpukan lainnya.
dan yang paling menyiksa di hari kemarin adalah masalah listrik yang dimatikan oleh PLN.
seharian tiada listrik.
gambar artwork untuk proyek di luar sana, saya genjot.
ibarat mengendara mobil.
ntah tikungan, jalan becek, jalan ramai, trotoar, lampu merah, saya libas habis.
250km/jam!.
kerjaan ini musti kelar, karena ada kerjaan lain yang musti dilibas habis dalam semenit dua menit. dan ada lagi. dan ada lagi. begithuk seterusnya. proyek datang silih berganthik.
sore menjelang gelap, listrik masih padam.
sedang mata sudah agak gelap menatap kertas dan memainkan tangan.
11 artwork saya hasilkan.
meng-scannya, dan siap kirim.
tapi listrik masih padam
sore menjelang malam, di hari kemarin itu.
saya teringat dengan sms istri, “nanthik malem keluar ndak?”.
saya tinggalkan kantor. lebih baik keluar nganter istri ke mall beli susu.
dan saya bisa nyantol di JCo-donat, untuk berinternet dan mengirim artwork!.
di mall;
ibu saya yang ikutan rombongan, matanya melirik telapak kaki saya.
ia menegur saya.
“tu, sandalnya kok aneh?”.
saya berhenthik berjalan. dan melihat telapak kaki.
kaki kiri dengan sandal “volcom” hijau tentara.
kaki kanan dengan sandal “rip curl” hitam.
saya hanya nyengir.
anak anak saya tertawa terpingkal pingkal.
mereka berlalu.
saya menepi menuju toko sandal.
membeli sandal yang satu warna satu produk, satu rasa, satu merek; quiksilver.
mungkin otak saya sudah tak mampu berjalan secepat yang saya mau.
mungkin otak saya sudah tak mampu menyimpan data sebanyak yang saya butuhkan.
mungkin saya merasa superman, tetapi apa yang saya miliki adalah kelas supermi.
malam itu di JCo-donat,
saya kirim artwork pesanan.
saya kirim photo photo st. regis bali yang saya potret beberapa hari lalu.
ada 10 photo untuk pendahuluan.
tak hendak semuanya. musti sathuk sathuk. biar sexy!.
sisanya ada 2765 photo lagi.
setidaknya, nyantol di JCo-donat malam itu, sudah bisa mengurangi beban.
pagi ini di pos polisi,
“nama anda?”, pak polisi bertanya.
“putu mahendra”.
“pekerjaan?”,
“arsitek”.
“arsitek negeri?, atau arsitek swasta?”,
saya bingung.
“swasta”, saya jawab.
“keperluan anda?”,
“anu pak. atm saya hilang”.
“kapan lalu, anda juga ke sini. atm hilang juga. sekarang hilang lagi?”.
“anu pak. saya lupa taruh. ntah di mana”.
wajah pak polisi ragu. dan ia berpaling muka kemudian memulai mengetik di komputernya yang kere.
pagi ini di kantor sanur;
email datang bertubi tubi.
ratusan jumlahnya.
saya baca secuil.
dan bersiap untuk mandi. habis bersepeda dari rumah menuju pos polisi. menuju bank BCA untuk meminthak atm baru. menuju warung makan untuk sarapan pagi.
peluh meluluh-lantakkan tubuh.
ruang kerja yang ramai. ramai oleh kertas. ramai oleh kerjaan. ramai oleh email. ramai oleh ide dan pesanan.
handuk.
sabun baru.
sikat gigi dengan secuil odol.
shampoo.
pakaian ganthik. tergeletak di meja. tepat di depan hidung. agar saya tak lupa membawanya ke ruang mandi.
air yang keluar dari shower membuat dahaga.
sabun yang tinggal segores, dipaksa untuk mengeluarkan busa. saya lupa mengambil sabun yang sudah tepat berada di depan hidung tadi.
otak saya sudah tak beres.
saat badan basah oleh siraman air,
handuk ternyata masih tergeletak di meja di ruang kerja.
otak saya sudah tak mampu mengingat.
pakaian bekas tadi pagi yang saya pakai untuk bersepeda, berfungsi dadakan sebagai handuk. bau peluh kini bercampur dengan bau sabun.
saat akan keluar dari kamar mandi,
saya baru ingat bahwa saya membawa shampoo dan tak meng-shampoo rambut saya yang kulit kepalanya sudah gatal.
mungkin memang benar, otak saya sudah tidak beres.
ada email baru datang saat kembali duduk di depan mac,
tentang photo st. regis yang saya kirim semalam;
“putu, you are such a teaser!. send them all!”.
saya tersenyum. ikannya nyantol di pancingan.
selain memang benar otak saya sudah tak beres lagi, mungkin pekerjaan saya juga sudah tak beres lagi.
mungkin memang benar begithuk adanya.
Popularity: 14% [?]









hahahahaa……santai bentarlah boooss………ane kuatir kalo bgini terus dari rambut nte lama2 bisa keluar kecoa …huahahaha
Sangat senang dengan cerita dan gaya bahasanya…
Membuat tidak bosan dan selalu tidak sabar menanti kalimat-kalimat berikutnya.
seakan ikut suasana bali dan sedikit mencecap suasana studionya….
salam kenal bli…..keep post your story….