saya beli apa yang saya mau.
istri saya hanya tersenyum doang.
sambil bertanya, “dimana dapat duit?”.
saya sudah pindah ke rumah seng.
belum dapat listrik.
walau lampu bisa nyala karena pihak pengembang menarik listrik dari tetangga, setidaknya pagi hingga sore bisa liat berita di tipi.
dalam tipi; ada artis saling cakar cakaran. ada perempuan yang mundur. ada manusia yang tergelatak di jalan. ada banyak sandiwara.
jam enam sore, listrik dicabut oleh tatangga, maklum tetangga ini punya business tukang las.
ia kerja sampai malam.
jam 10 malam, ia istirahat.
dan listrik di rumah pun kembali nyala
.
dan tipipun bersandiwara lagi.
saya bicara ke pengembang.
kenapa bertele tele.
dia menjawab, dengan bertele tele pula.
jadinya, saya dan pengembang berada di dunia antah berantah.
dunia tele menele.
tetangga saya dalam satu perumahan, hanya diam saja walau hidup tak berlistrik pula.
saya pikir,
rumah seng ber-ruang besar.
saat diisi furnitur,
ruang terlihat kecil.
atau memang furniturnya kebesaran.
atau,
furniturnya kebanyakan.
atau dua duanya benar.
semuanya benar.
jadinya,
kalau jalan dalam rumah seng, musti mencari “celah”.
kalau saya ingat ingat lagi,
rumah para kaum marginal yang saya lalui sebelum ke rumah seng,
nampak dalam satu kamarnya akan penuh oleh segala barang.
ada kasur yang tergeletak di lantai,
lemari plastik pakaian.
tape recorder, beserta speakernya segede lapangan bola basket.
tivi.
kulkas.
kipas angin.
bini.
dan anaknya.
dan saya sendiri?,
tak ada bedanya.
cuman menang kelas doang.
saya berburu barang dari toko ke toko.
di sekitaran bypass sanur hinga ke kuta.
ada beberapa dapatnya di cambodia.
ada yang dapatnya di india.
ada beberapa yang hasil tangan sendiri.
saking seringnya belanja,
lupa akan tempat yang tersedia di rumah seng.
dan yang paling penting;
lupa ternyata kartu kredit ada batas limitnya!.
dan yang penting dari yang terpenting adalah saya lupa bahwa saya musti bayar tagihan di nanthik bulan.
saya beli apa yang saya mau.
istri saya hanya tersenyum doang.
sambil bertanya, “dimana dapat duit?”.
saya hanya diam.
tak bisa menjawabnya.
kemaluan saya gatal.
ingin menggaruknya.
Popularity: 25% [?]









Comments
There are no comments for this post.
Write a Comment