putu mahendra

saya arsitek autis

Advertisement

dubai membuat saya berpikir banyak.

“tu, kamu nanam tanaman banyak banget. air yang kita sediakan tak cukup menyuplai untuk sekian tananam yang kamu tanam”. begitu issue yang saya terima di rapat di pagi itu di dubai.
saya mengernyitkan dahi.
ini pertama kali saya digugat karena mereka tak bisa menyiram tanaman karena jumlah tanaman yang banyak dengan air yang terbatas.
ada apa dengan dubai?

sebelumnya;
“tu, karena ingin melakukan penghematan air dan mengontrolnya secara ketat, lebih baik water feature yang berupa air mancur ditiadakan. karena kami takut air itu menguap dan menghilang di udara”.
katanya lagi pada sebuah meeting.
saya mengernyitkan dahi.
ini aturan main yang mau menggoda saya atau memang ini issue yang serius?.
kenapa dengan tempat ini?.
telunjuk saya mengutak utik lobang hidung.
mereka menatap saya tanpa banyak tanya.
tak terasa lobang pantat mengeluarkan kentut yang tak berbunyi.
“ppppsssssssttttttt……..”.
lima detik kemudian.
beberapa lobang hidung di depan mata tertutup tangan mereka masing masing.
saya senang.

kalau mau hemat energi dan air,
di sekitar hotel yang kita bangun, membentang sekian hektar lapangan golf yang memerlukan energi dan air yang tak berhingga.
tapi kalau saya pikir, tetangga adalah tetangga.
kebijakan kita tak bisa dipakai untuk mengukur kehebatan dan kekurangan tetangga di mana kita hidup.
aturan main yang selalu baru di mana kita bermain dan bergembira, selayaknya tak membuat desain kita tambah kerdil.
sebaliknya, musti bisa lolos untuk tetap bermain dan bergembira seperti sedia kala.

di lain waktu itu,
“tu, ini tembok terlalu tinggi. kita ingin kebun yang luas dan lapang. see, dengan adanya tembok tinggi besar ini, membuat kebun yang memang sudah kecil jadi semakin kecil”.
saya mengernyitkan dahi.
saya pelajari dan memang ada kesalahan gambar pada kertas yang kita bawa itu.
men-type ex di sana sini.
mencoret di sudut kanan dan kiri.
dan mempresentasikan kembali ke sidang meeting yang terhormat.
ada saja saat di mana beberapa sudut dari desain kita akan menjadi titik komentar yang mungkin benar ada kesalahan di situ.

saya bertemu konsultan MEP siang itu.
ia membawa segulung tebal gambar.
gambar gambar dari kita yang ia telah tambahkan gambar MEPnya.
kamu bersalaman. dan berpandangan. serta tersenyum.
ia menjelaskan gambarnya. menjelaskan desainnya.
saya mangut mangut. saya setujuh saja.
saat ada pertanyaan secuil darinya, saya menjelaskan.
karena tangan saya tak bisa diam saat menjelaskan konsep, tangan dengan reflek mengambil pena merah dan menggambar di kertasnya.
“maap, putu, tolong jangan sentuh kertas saya. itu kertas konsep. tak bisa dicorat coret!”, matanya mendelik.
saya terkesima.
reflek tangan melempar pena merah ke sudut ruangan.
banyak mata terkesima.
manusia protektif.

saya mengerti.
hari berganti, ditandai dengan banyak hal baru.
nikmati saja.

perut saya kembung karena kebanyakan kopi starbucks.
kali ini tak kuasa menahan kentut.
“broouuuttttt….!”.
suaranya keras.
untung sudah berada di kamar mandi hotel.

Popularity: 30% [?]

Comments

There are no comments for this post.

Write a Comment