
31 march
dps-sing, SQ 941-business class
sing-dps, SQ 948-business class
sebuah lembaga yang mengurusi pembangunan di sentosa cove singapore, hendak memperkosa desain kami di sebuah pulau yang kami rancang. saya berangkat bareng architect in charged. baca “fucked by the rules”
pagi berangkat, pulang malamnya. bak beli pisang goreng saja..,
1 april
dps-hkg, CQ 784-business class
menumpang cathay pacific menuju hongkong, sore sore bersama teman. agak terkejut melihat desain baru cathay pacific business classnya. banyak penumpang yang komplain karena arah duduk yang dirubah menyebabkan penumpang tak bisa melihat luar via jendela.
dari hongkong perjalanan dilanjutkan menuju guangzhou, dengan china souththern, CZ 306-business class, hotel westin menjemput kami tengah malam, menembus kota guangzou yang saat itu jalanan kotanya basah oleh kabut dan hujan.
2 april
setelah meeting kelar bersama orang orang dari klien, diantar seorang guangzou menuju terminal kereta api. perjalanan darat menuju shenzen yang memakan waktu 1.5 jam. sendiri. ingat anak ingat istri. ingat sanur. kereta berlari kencang tanpa nafas yang ngos-ngos an. sebuah mesin teknolgi yang canggih.
adakah orang berpendapat bahwa ia telah mengalahkan tuhannya karena saking cepat dan tak mengenal lelah?.
3 april
bertemu dita, architect in charged untuk job di shenzen, sheraton shenzen merupakan hotel terbaru yang dibangun di kota ini. dingin kota merambat pelan menggerayangi kulit. klien kali ini telah merubah arah perahu kami dari baju asia menuju baju barock!. bolak balik gambar tak kelar kelar. capek deh!
4 april
berpisah dengan dita di shenzen. saya terbang menuju sanya untuk bertemu oka-architect in charged untuk mandarin oriental sanya. kami bertemu di lobby hotel Sheraton sanya ke esokan paginya. klien menjemput kami dengan sedan ber-AC kelas sandal bakiak!. mulut supir merah berisi sirih dan selalu sibuk dengan HPnya yang selalu berdering.
6 april
kami terbang ke bali via hongkong, singapore dan mendarat tengah malam di denpasar. oh…home sweet home!
7 april
pesawat pertama garuda ke jakarta dari bali
kali ini ke jakarta cuman mau ngurusin visa india saya yang mereka tolak. mengingat kecurigaan mereka akan seringnya saya ke india dengan visa tourist!. jalanan tol jakarta begitu berdarah oleh keringat penumpang dan pengemudi karena macetnya. baca artikel “djakarta djakartaâ€, bagaimana saya stuck dan memutuskan untuk menginap di jakarta akibat macetnya tol dari dan ke bandara soekarno hatta.
8 april
pesawat pertama garuda ke bali. menembus hutan kota jakarta teramat pagi, 30 menit dari hotel mulia menuju soekarno hatta. thanks god!. baca “djakarta, djakarta”
9 april
pesawat pertama garuda menuju jakarta (again!)
kali ini bersama bill bensley, ntuk mempresentasikan interior job kemang village. after lunch pergi ke jalan gunawarman untuk sebuah meeting untuk job lain.
supir membawa kami menuju tanggerang untuk menghindari macet di tol dimana sebuah jembatan sedang diperbaiki karena terbakar beberapa waktu lalu.
10-11 april
saya cancel travel ke jogjakarta, menemani klien dari singapore untuk bertemu supplier artwork di sana. saya mendapat “travel warning” dari istri!. mas godel, architect in charged untuk job ini menggantikan.
12 april
istri meng SMS saya saat masih berada di kantor, “pak, masih lama?”.
ahh..busyet dah!.
kami pergi ke singaraja, menikmati perjalanan sepanjang denpasar singaraja. babies begitu menikmati, mereka bercanda bernyanyi. hidup bersama seperti ini begitu mahalnya.
14 april
terbang ke mumbai di sore hari via singapore.
baca artikel one fine day in mumbaiâ€.
perjalanan yang begitu mendidik saya untuk selalu melihat arsitektur dari banyak titik.
16 april
kami check out dari hotel taj, mumbai. supir hotel membawa kami ke bandara international mumbai, “it will take 1.5 hours sir”, katanya. maklum jalanan mumbai begitu krodit dan bising!
SQ 423 jam 12.25 am menghantar kami ke singapore.
17 april
mata agak kacau karena tak bisa tidur nyenak. mendarat jam 8 pagi waktu singapore. boarding pass SQ menuju denpasar sudah kami dapatkan saat check in di bombai malam kemarinnya.
oka memberitahu saya bahwa SQ menuju denpasar ditempatkan di jam 4.40pm, bukan di 9.35am seperti yang tertera di flight schedule.
ntah, kejadian seperti ini teramat sering terjadi. berjuang untuk mendapatkan jam terbang di pagi seperti yang tertera di tiket adalah pengeluaran darah yang sia sia.
penerbangan dari singapore menuju bali, direct, saya ubah menuju jakarta. untuk apa bengong di changi sekedar menunggu jam terbang di sore hari. otak kami sudah dipenuhi oleh canda tawa anak dan istri di rumah!.
kami terbang ke jakarta dengan SQ di pagi hari, 10.00am.
tiket pesawat garuda airways menuju bali, kami dapat di konter GA dengan memintanya memprint E-tiket yang telah dikirim dari sanur. hmmmmm….sebuah teknologi yang super cepat bak pemesanan KFC.
18 april
saya terbang ke surabaya.
kali ini bersama anak bini.
sekali lagi, jalan bersama bersama anak bini adalah sesuatu yang mahal. 2 babies begitu bersemangat. begitu gembira ikut terbang bersama bapaknya, ikut menginap di hotel di mana studio bapaknya yang menggarap beberapa tahun yang lalu.
19 april
bertemu mbah petungan di hari jadinya. sungguh sebuah moment yang begitu menggembirakan karena bulan desember lalu, kami sempet berbicara di ruangan saya di sanur, masalah profesor yang mustinya sudah didapatkannya. baca artikel “aku mau profesor baru”
20 april
kami terbang ke bali di sore hari. surabaya telah berbenah di trotaornya yang semakin lebar, memberikan ruang lebih kepada publik. berharap tak dimakan oleh para PKL. melintasi lumpur lapindo di pagi itu membuat otak saya bertanya, bahwa bencana alam bisa juga menjadikan daerah ini menjadi objek pariwisata.
21 april
malam malam terbang ke singapore.
kali ini, menginap di ritz carlton singapore, pikiran melayang agar bisa melihat development di sekitar “durian building” yang begitu sibuknya dan begitu bergairahnya memperkaya siluet langit singapore.
22 april
supir taksi yang kami sewa dari ritz carlton singapore menuju changi ber-ujar, “wah sir, anda menginap di tempat paling mahal di singapore. good food huh?”,
yeahhhh….
YOU KNOW I M DIFFERENT!
Popularity: 12% [?]









Waduh, pak , sibuk sekali
saat menuju puncak orang sering lupa memikirkan jalan turun………
Jangan sampai terlambat menyadari sesuatu yang lebih penting, karena keasyikan dengan kesibukan pribadi.