kemarin malam saya check in di hotel mandarin oriental, sanya-hainan, china.
kami akan mempresentasikan desain MGM grand hotel-sanya.
mungkin,
saya hanya punya waktu 4 hari.
saya berkerja dengan 5 orang.
saya tak tahu apa yang musti saya buat.
dan seperti biasa, waktu tak bisa direm barang semenit, ia terus bergulir berdetak.
parahnya, otak tak bisa dipaksa. sesekali mengalir begitu saja, sesekali musti melirik email dan berjalan berkeliling kursi.
sesekali, saya melihat toko itunes, membeli beberapa games. sesekali saya bermain game di iphone.
terkadang, saya hanya ingin pulang, melihat anak. atau sekedar bersepeda ke luar arena.
5 orang bekerja estapet. sejengkal garis yang saya dapat, sejengkal garis kemudian mereka kembangkan lagi.
semenit waktu saya punya untuk menjelaskan apa yang ada di sketsa saya, mereka kembangkan dengan sedemikian banyak pertanyaan.
gambar kemudian pelan namun pasti berkembang beranak pinak, menjalar ke setiap sudut.
malam adalah saat di mana kita tahu bahwa tubuh saatnya melemah.
tapi,
5 orang masih bekerja, ntah tenaga mereka yang ada di permukaan dalam bekerja, adalah seperti apa yang nampak di permukaan luarnya,
tapi, manusia adalah sama, seperti di malam itu, tubuh bergerak turun. tapi dipacu untuk tetap on.
ada 1 job lagi, di malam di mana kami bekerja untuk MGM, musti dimasak dan ditayangkan, park hyatt ningbo.
kami bersahutan, melirik pekerjaan satu sama lain di awal awal hari.
semakin lama, lirikan semakin tak terjadi karena semakin sibuk dengan apa yang musti terjadi di tiap layar.
hyatt ada di kilometer lima, MGM ada di kilometer 4.5.
MGM ada di kilometer 10, hyatt ada di kilometer 9.
sampai di penghujung hari,
saya meninggalkan kantor pukul 3 subuh,
baik MGM dan hyatt, ada di kilometer di mana garis finish berada.
pintu rumah dibuka oleh istri saya yang matanya masih sipit, setelah sibuk dengan mimpi.
saya berusaha tidur di 3.30 subuh itu.
iphone kemudian berdering di kilometer 4.00 subuh.
mandi dan berkemas,
supir kemudian mengantar saya ke sanur, mengambil pekerjaan 5 orang itu.
anak anak bergelepakan di tiap sudut, tertidur.
satpam tertidur.
saya melintasi mereka, satpam masih tertidur.
hanya anak anak MGM yang masih menyala, walaupun sedemikian redupnya, bertahan untuk menunggu kertas A3 keluar dari bibir printer, satu demi satu.
5.11am subuh,
saya berlalu meninggalkan mereka.
adalah susah untuk hidup dengan cara opurtunist,
karena, tiap proses adalah sebuah pengalaman, ntah suka atau duka.
ntah gemerlapan hingga ke tenaga yang habis.
pelajaran yang paling baik adalah saat mana kita bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan yang mungkin dirasa out of our power.
hari ini saat kami mempresentasikan MGM sanya di depan klien,
ada manusia bule desainer interior dari new york,
ada arsitek WATG california,
klien berujar dengan semangatnya.
matanya menatap boss saya, “i m so impressive for what you have proposed!”.

setelah meeting di pagi itu,
kami balik ke mandarin oriental.
AC dihidupkan,
pintu terbuka ke arah lautan sana.
saya tertidur. dalam tidur, saya bertemu dengan anak anak MGM dan hyatt ningbo serta lainnya. dalam letih, kami tersenyum dan berucap, “thanks berat bro!”.